Tantang Banteng di Kandangnya, 2029 Kaesang Siap Duduki Dapil Neraka Jateng V

JAKARTA, Studio2News – Peta politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mulai memanas. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus putra bungsu Presiden ke-7 Joko Widodo, Kaesang Pangarep, secara terbuka mendeklarasikan diri akan maju sebagai calon legislatif (caleg) di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Kaesang dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, Jawa Tengah. Langkah ini langsung menyita perhatian publik mengingat wilayah yang meliputi Solo, Boyolali, Sukoharjo, and Klaten ini dikenal luas sebagai salah satu “Dapil Neraka” dan merupakan “Kandang Banteng” yang dikuasai oleh PDI-Perjuangan.

Bukan tanpa alasan wilayah ini menyandang predikat paling mematikan bagi pendatang baru. Dapil Jateng V merupakan basis kekuatan politik Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang tercatat sebagai juara bertahan dengan kemenangan empat kali berturut-turut pada Pemilu 2009, 2014, 2019, and 2024.

Pada Pemilu 2024 lalu, PDI-P sukses mengamankan 3 dari 8 kursi yang tersedia di dapil tersebut yakni, Puan Maharani meraih 297.366 suara (tertinggi di dapil), Aria Bima memperoleh 115.123 suara dan Rahmad Handoyo 76.414 suara

Selain Puan, politikus senior Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, yang turut lolos dari dapil yang sama dengan perolehan 125.067 suara, mengakui betapa beratnya medan pertempuran di Solo Raya.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa pemilihan Dapil V bukanlah keputusan yang diambil sembarangan. Langkah ini merupakan hasil dari konsolidasi internal partai sejak Rakernas PSI di Makassar, di mana seluruh fungsionaris DPP diwajibkan segera menetapkan daerah pemilihan masing-masing.

Bestari menyebutkan, alasan utama Kaesang memilih Solo Raya karena wilayah tersebut merupakan tempat tinggal dan tempat ia tumbuh besar. Di samping itu, Kaesang memiliki ambisi besar untuk mengubah peta politik Jawa Tengah menjadi “Kandang Gajah”, merujuk pada simbol partai PSI.

“Beliau menyampaikan kita akan menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung ataupun kandang gajah,” tegas Bestari.

Untuk merealisasikan target tersebut, PSI saat ini tengah menggenjot konsolidasi mesin partai hingga tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Meski menyadari beratnya pertarungan melawan dominasi petahana, PSI tetap menatap kontestasi 2029 dengan optimisme tinggi.

Langkah berani Kaesang ini langsung menuai tanggapan dari berbagai kalangan, mulai dari internal PDI-P hingga pengamat politik.

Ketua DPP PDI-P, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa setiap Warga Negara Indonesia memiliki hak konstitusional untuk mencalonkan diri dalam pemilu. Kendati demikian, Ganjar menyakini bahwa suara Puan Maharani tidak akan terpecah meski harus berhadapan langsung dengan putra bungsu Jokowi.

“Enggak, enggak, kita kan partainya beda,” ujar Ganjar singkat.

Senada dengan Ganjar, pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai bahwa Kaesang akan menghadapi jalan terjal di kandang Puan. Menurutnya, popularitas maupun “tuah” nama besar Jokowi tidak akan otomatis cukup kuat untuk menggerus basis elektoral Puan dan PDI-P yang memiliki akar rumput yang sangat kuat.

“Faktor Kaesang semata tampaknya tak cukup kuat untuk menggusur Puan dari Dapil Jateng V Banteng tak mudah dikalahkan, bahkan berpeluang besar akan menyeruduk gajah sehingga tak berdaya di Solo Raya,” tegas Jamiluddin.

Dengan pertarungan yang diproyeksikan bakal berjalan head-to-head antara kekuatan trah politik besar di panggung nasional, Dapil Jateng V dipastikan akan menjadi salah satu medan laga paling dramatis dan paling disorot pada Pemilu 2029 mendatang. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!