Pesan Menyentuh Dudung Abdurachman Untuk Anak Indonesia Di HAN 2026

Jakarta- Berawal dari seorang anak yatim yang menyambung hidup dengan berjualan kue dan koran semasa sekolah, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman membagikan kisah inspiratif dan nasihat mendalam bagi anak-anak Indonesia. Pesan penuh kehangatan tersebut disampaikan saat menerima perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) dan Forum Anak Daerah (FAD) Jabodetabek dalam dialog interaktif memperingati Hari Anak Nasional di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam momen yang berkolaborasi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi ini, Dudung menegaskan bahwa setiap perjuangan dan kesulitan di masa muda bukanlah penghalang untuk menggapai masa depan yang gemilang.

“Sepintar apa pun, sehebat apa pun, kalau kita tidak memperlakukan orang lain dengan baik, kita tidak akan sukses. Hidup ini pasti ada masalah, tetapi dari sekian penderitaan pasti ada celah kebahagiaan, ambil celah kebahagiaan itu dan teruslah berbuat baik kepada siapa pun,” ujar Dudung memberikan motivasi.

Ia juga berpesan agar generasi muda Indonesia tidak pernah takut menghadapi tantangan kehidupan, senantiasa menjaga keikhlasan, serta senantiasa menghormati dan memohon doa orang tua, khususnya ibu, sebagai kunci utama keberhasilan di masa depan.

Selain memberikan dorongan moral, Kepala Staf Kepresidenan menegaskan komitmen Pemerintah untuk mendengarkan dan mengawal aspirasi anak-anak Indonesia secara nyata. Berbagai isu vital yang disuarakan mulai dari hak pendidikan, kesehatan mental, perlindungan dari aksi kekerasan, hingga keamanan di ruang digital akan dikawal oleh Kantor Staf Presiden (KSP) untuk ditindaklanjuti secara lintas Kementerian, Lembaga, hingga Pemerintah Daerah.

“Bagi kami di Kantor Staf Presiden, suara kalian bukan pelengkap acara formal, tetapi masukan strategis yang menjadi dasar perumusan kebijakan pemerintah yang berpihak pada anak,” tegas Dudung.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Asta Cita yang menempatkan perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama menuju Indonesia Maju 2045. Menurutnya, kualitas bangsa pada 2045 sangat ditentukan oleh bagaimana negara melindungi, mendidik, dan memberdayakan anak-anak hari ini.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyambut baik semangat dialog bertajuk “KSP Mendengar, Anak Bersuara” tersebut. Dengan mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi, Bangun Masa Depan”, ia mengingatkan pentingnya pemenuhan hak anak demi mencetak calon pemimpin bangsa.

Kehangatan acara ditutup dengan momen kebersamaan saat Dudung Abdurachman dan Arifatul Choiri Fauzi berbaur melestarikan permainan tradisional tapak gunung (engklek) bersama seluruh perwakilan anak yang hadir, menciptakan suasana kekeluargaan yang berkesan bagi para penerus masa depan Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!