JAKARTA, Studio2News – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mengambil langkah progresif dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat. Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, melaksanakan audiensi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia di Gedung BAZNAS RI di Jakarta, Senin (27/7/2026) kemarin.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Intji Indriati, beserta jajaran kepala perangkat daerah terkait. Langkah ini menegaskan komitmen kuat Pemkab Lampung Utara dalam memperluas jaring pengaman sosial melalui optimalisasi pengelolaan zakat.
Dalam audiensi tersebut, pihak BAZNAS RI memaparkan 13 program prioritas nasional yang siap disinergikan dengan program pembangunan daerah. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Lampung Utara akan segera menindaklanjuti dengan koordinasi intensif guna menyelaraskan program yang paling esensial dan mendesak bagi kebutuhan masyarakat setempat.
“Kolaborasi ini dirancang agar setiap program yang berjalan benar-benar efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Lampung Utara,” kata Hamartoni.
Sinergi lintas lembaga ini berfokus pada tiga pilar krusial pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Pendidikan berkelanjutan, hal ini menjadi salah satu sorotan utama, program beasiswa akan disalurkan bagi pelajar tingkat sekolah hingga mahasiswa perguruan tinggi.
Kebijakan ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi generasi muda berprestasi dan dari keluarga prasejahtera, demi mencetak SDM Lampung Utara yang unggul.
Selain itu, Peningkatan Layanan Kesehatan, pada sektor kesehatan turut menjadi prioritas guna memperluas akses dan mutu layanan medis bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan.
Sementara untuk kemandirian UMKM, BAZNAS RI bersama Pemkab Lampung Utara menyiapkan program pendampingan komprehensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pendampingan ini meliputi pembinaan kapasitas usaha, penguatan manajemen, perluasan akses pasar, hingga pengembangan bisnis agar kian mandiri, berdaya saing tinggi, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Melalui kemitraan strategis ini, pengelolaan zakat di Kabupaten Lampung Utara diharapkan dapat semakin optimal, transparan, andal, serta akuntabel. Penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) diproyeksikan tidak hanya bersifat karitas semata, melainkan menjelma menjadi instrumen pemberdayaan yang efektif dalam mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan. (Red).













