Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membongkar fakta mengejutkan terkait pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Dimana investigasi terbaru, hampir seluruh temuan kasus kecurangan dalam ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut terkonsentrasi pada satu titik yakni Program Studi (Prodi) Kedokteran.
Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa persentase kecurangan di prodi favorit tersebut mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan. Tingginya keketatan persaingan dan prestise kursi kedokteran diduga kuat menjadi pemicu utama para oknum nekat menghalalkan segala cara.
“Kami menemukan pola yang sangat jelas. Hampir seluruh kasus kecurangan yang terdeteksi mengincar posisi di Prodi Kedokteran. Persentasenya sangat tinggi,” ujar Brian saat memberikan keterangan kepada media.
Merespons fenomena gunung es ini, Kemdiktisaintek bergerak cepat. Brian menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan identifikasi mendalam, baik dari segi modus operandi, keterlibatan pihak luar, hingga celah teknologi yang dimanfaatkan oleh pelaku.
Langkah tegas ini diambil demi memutus rantai kecurangan agar tidak kembali menjadi bayang-bayang hitam pada pelaksanaan seleksi di masa depan. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk menjaga integritas marwah pendidikan tinggi, khususnya di sektor kedokteran yang mencetak calon tenaga kesehatan penentu nyawa manusia.
Hingga berita ini diturunkan, Kemdiktisaintek tengah merumuskan sistem pengawasan baru yang lebih ketat, yang akan diimplementasikan pada periode seleksi berikutnya guna memastikan tidak ada lagi celah bagi para pemburu kursi haram di perguruan tinggi. (Red)













