Lampung Utara- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara mulai melakukan mitigasi untuk mendata wilayah yang mengalami kekeringsan dan akan segera berkoordinasi dengan Kecamatan untuk mendata apakah ada wilayah yang pemenuhan air bersih menghawatirkan baik dikarenakan kekeringan sumur rumah warga atau sumur bor bantuan Pemerintah yang mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, M Thoha menyatakan bahwa sejumlah wilayah di Lampung Utara saat ini mulai memasuki musim pancaroba kemarau diperparah cuaca panas yang tergolong ekstrem,”Ketersediaan air bersih untuk masyarakat menjadi fokus utama perhatian kami di musim pancaroba dan kemarau ini. BPBD akan terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi sumber air di wilayah rawan kekeringan guna memastikan respons cepat dapat dilakukan,” ujar M. Thoha pada Jumat (29/5/2026) diruangkerjannya.
Sebagai langkah antisipasi krisis air, pihak BPBD mengoptimalkan keberadaan sumur bor yang tersebar di tingkat Kecamatan hingga Desa. Fasilitas tersebut dinilai efektif dalam menjaga pasokan air bersih warga selama musim kemarau,’Langkah lain jika terdapat sumur bor yang tidak lagi mengeluarkan air bersih, maka kami akan melakukan pengiriman armada air bersih untuk membantu warga yang terdampak krisis air dengan jadwal yang akan diatur serta melaporkan ke Pimpinan terkait kerusakan sumur bor tersebut,”terangnya.
Dampak cuaca panas ekstrem saat ini, lanjutnya tidak hanya menurunkan ketersediaan air bersih bagi warga, melainkan juga meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),”Kami sudah memberikan arahan dan sosialisasi ke Desa-Desa untuk meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, karena tindakan tersebut bisa memicu kebakaran lahan terlebih di tengah kondisi cuaca panas ekstrem saat ini,”pungkas M. Thoha. (Yogi/ red)













