Erupsi Anak Krakatau, Kolom Abu Mencapai 250 Meter Dan Status Siaga Level III Dipertahankan

Lampung Selatan-  Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Rabu pagi (8/7/2026). Berdasarkan data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), badan gunung api yang terletak di Selat Sunda ini mengalami erupsi pada pukul 05.50 Wib.

Catatan dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menunjukkan tinggi kolom abu vulkanik teramati mencapai ±250 meter di atas puncak, atau sekitar ±407 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara visual, kolom abu yang dilepaskan berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam pekat dengan intensitas tebal. Angin permukaan membawa material abu tersebut bergerak dominan ke arah utara dan barat laut.

Secara instrumental, manifestasi permukaan ini terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 26,1 mm. Durasi getaran gempa letusan tercatat berlangsung selama kurang lebih 44 detik.

Rentetan aktivitas ini menegaskan bahwa fase erupsi berkala Anak Krakatau masih berlangsung dengan suplai magma yang fluktuatif. Menanggapi eskalasi ini, PVMBG mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).

Otoritas terkait telah menetapkan zona bahaya sektoral untuk mengantisipasi potensi ancaman lontaran material pijar dan awan panas. Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau ketat untuk tidak mendekati kawasan aktif atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah utama.

Badan Geologi dan Kementerian ESDM meminta warga di pesisir Lampung dan Banten untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu spekulatif atau disinformasi yang beredar di media sosial. Perkembangan aktivitas vulkanik terkini akan terus diperbarui secara berkala melalui saluran komunikasi resmi PVMBG dan pos pengamatan setempat. (Wawan/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!