Taruna Akademi sebagai Agen Kedisiplinan Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta- Langkah Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 2.000 taruna dari Akademi TNI dan Kepolisian merupakan potret kolaborasi lintas sektor yang strategis. Dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 7 Agustus mendatang, program pembinaan karakter berbasis keasramaan ini akan tersebar secara masif di 178 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Pendekatan yang diadopsi dalam program ini tergolong menarik karena menggunakan metode pendampingan sebaya yang terarah (peer mentoring). Taruna dihadirkan bukan sebagai instruktur formal yang kaku, melainkan sebagai “kakak asuh” dan sahabat belajar. Secara psikologis, pendekatan ini efektif memperkecil jarak generasi (generation gap), sehingga transfer nilai-nilai karakter dapat diterima siswa secara lebih natural dan minim resistensi.

Fokus pembinaan difokuskan pada pengenalan positive discipline (kedisiplinan positif) melalui aktivitas domestik harian yang esensial, seperti merapikan tempat tidur dan menjaga kebersihan personal, mengorganisasi barang pribadi (menata lemari baju), dan membangun kemandirian dasar (menyetrika seragam secara mandiri).

Dari perspektif manajemen pendidikan karakter, program singkat selama lima hari ini memiliki potensi sekaligus tantangan tersendiri urgensi keteladanan visual, kemandirian sebagai fondasi kognitif, dan  tantangan keberlanjutan (sustainability)

Secara keseluruhan, inisiatif integratif ini patut diapresiasi sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih tangguh dan mandiri. Kunci keberhasilan jangka panjangnya kini berada pada komitmen sekolah dan keluarga untuk menginstitusikan kebiasaan baik yang telah diinisiasi oleh para taruna. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!