Bandar Lampung- Terletak di jalur vital Lintas Tengah Sumatera, Kabupaten Lampung Utara menyimpan potensi ekonomi luar biasa yang siap melejit. Memanfaatkan posisi geografis yang strategis ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara resmi menjajaki sinergi strategis dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah matang ini dibahas langsung dalam audiensi hangat antara Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, beserta jajaran manajemen di Kantor BI Lampung pada Jumat pagi.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hamartoni memaparkan bahwa setiap Kecamatan di Lampung Utara memiliki produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan yang bernilai jual tinggi. Salah satu mutiara terpendam yang menjadi sorotan adalah kerajinan kain sulam usus khas Lampung Utara.
“Posisi Lampung Utara sangat strategis. Kami berharap Bank Indonesia dapat hadir secara nyata melalui berbagai program strategisnya di daerah kami. Saat ini, produk lokal seperti sulam usus punya potensi besar di pasar domestik karena keunikannya, namun kami masih menghadapi tantangan di sektor pemasaran,” ujar Hamartoni.
Menanggapi pemaparan tersebut, Bank Indonesia menyatakan komitmen penuhnya untuk siap berkolaborasi dan turun tangan membantu Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. BI membidik beberapa sektor krusial, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan produk lokal, hingga digitalisasi dan pemberdayaan UMKM agar mampu bersaing di kancah nasional.
Kepala Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto, mengungkapkan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan pemetaan dan pendataan yang lebih masif.
“Saat ini, belum ada UMKM dari Lampung Utara yang masuk dalam data binaan unggulan Bank Indonesia. Oleh karena itu, momentum ini sangat tepat. Kita perlu membangun dan mengurasi produk unggulan daerah, baik berbasis komoditas pertanian/pangan maupun kerajinan tangan yang ada, agar siap kita dorong ke pasar yang lebih luas,”terang Bimo.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh jajaran top manajemen BI Lampung, di antaranya Deputi Kepala Perwakilan Alex Kurniawan, Kepala Tim Sistem Pembayaran Dyah Etika, Manajer Umum Yunni Anggela, serta Plt. Manager Humas Binar Tyas.
Melalui kolaborasi erat antara kebijakan Daerah dan program pemberdayaan Bank Indonesia, Lampung Utara optimis dapat mentransformasi potensi geografisnya menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh di masa depan. (Sandi Putra/ red)













