Sepanjang Bulan Mei 2026 Sebanyak 193 Gempa Terjadi Di Provinsi Lampung

Lampung Utara – Stasiun Geofisika Lampung Utara merilis laporan aktivitas seismik di wilayah Lampung, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung untuk periode Mei 2026. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software Seiscomp, tercatat sebanyak 203 kejadian gempa bumi melanda wilayah tersebut selama satu bulan terakhir.

Dari total kejadian tersebut, Provinsi Lampung menjadi wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi, sementara Kepulauan Bangka Belitung terpantau nihil aktivitas tektonik.

Aktivitas gempa bumi sepanjang Mei 2026 didominasi oleh gempa berkekuatan mikro hingga kecil (di bawah M3) serta berada pada kedalaman dangkal. Berikut adalah rincian statistik kegempaan yang berhasil dihimpun untuk wilayah Lampung terdapat 192 kejadian gempa, wilayah Sumatera Selatan sebanyak 11 kejadian dan wilayah Kepulauan Bangka Belitung 0 kejadian (Nihil). Sementara kekuatan gempa yang tercatat berkisar antara M0.9 hingga M3.8, dengan rincian Magnitudo Kecil ($M < 3$) di Lampung 192 kejadian dan Magnitudo Sedang ($3 \le M < 5$) di Sumatera Selatan sebanyak 11 kejadian

Gempa dengan kekuatan terbesar, yakni M3.8, tercatat (berdasarkan data historis) berpusat di 87 km Barat Daya Pesisir Barat, Lampung pada kedalaman 15 km. Mayoritas gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas patahan lokal maupun zona subduksi kedalaman dangkal ($H < 60\text{ km}$) 195 kejadian, kedalaman Menengah ($60 \le H < 300\text{ km}$) 8 kejadian, Jarak Episentrum Dekat ($\le 2^\circ$ dari stasiun) 198 kejadian, Jarak Episentrum Jauh ($> 2^\circ$ dari stasiun) 5 kejadian

Dari total 203 aktivitas seismik yang terekam, hanya terdapat 1 (satu) kejadian gempa bumi yang dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Gempa tektonik tersebut terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 21:50:23 WIB, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan M3.1 dengan episenter terletak pada koordinat 5.33 LS dan 104.62 BT. Tepatnya, berlokasi di darat pada jarak 18 km Barat Laut Tanggamus, Lampung, dengan kedalaman yang sangat dangkal yaitu 4 km.

Dampak gempa ini dirasakan di wilayah Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus dengan skala intensitas I – II MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Menyikapi fluktuasi aktivitas kegempaan selama bulan Mei 2026, pihak Stasiun Geofisika Lampung Utara mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan mitigasi bencana mandiri.

Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu atau berita bohong (hoax) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan untuk selalu menyaring informasi dan hanya mempercayai laporan resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi terverifikasi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!