JAKARTA, Studio2news – Kabar duka menyelimuti Indonesia. Salah satu tokoh militer paling berpengaruh, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, tutup usia di usia 76 tahun pada Minggu (31/5/2026). Beliau mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Kepergian mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019 ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI serta jajaran pemerintahan. Ryamizard dikenal sebagai sosok prajurit yang tegas dengan rekam jejak panjang dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 21 April 1950, Ryamizard menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Semangatnya untuk terus mengasah kemampuan kepemimpinan membawanya menempuh pendidikan lanjutan di Sekolah Khusus Calon Perwira (1985–1986) serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1991.
Karier militer Ryamizard dimulai dari akar rumput. Ia mematangkan pengalamannya melalui berbagai penugasan lapangan, mulai dari Komandan Peleton, Komandan Kompi, hingga memimpin satuan elit seperti Yonif Linud 305/Kostrad dan Brigif Linud 17/Kostrad.
Karier Ryamizard terus menanjak seiring dipercayanya ia memegang komando strategis, seperti Pangdam V/Brawijaya, Pangdam Jaya, hingga Pangkostrad. Puncak pengabdiannya di tubuh TNI tercapai saat ia menjabat sebagai KSAD pada periode 2002–2004.
Dedikasinya tidak berhenti saat menanggalkan seragam militer. Pada 2014, Presiden Joko Widodo memercayakan kursi Menteri Pertahanan RI kepadanya. Selama menjabat (2014–2019), Ryamizard dikenal fokus pada modernisasi sistem pertahanan nasional serta konsisten menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah ancaman modern.
Sepanjang masa baktinya, berikut adalah rangkuman posisi strategis yang pernah diemban oleh Ryamizard Ryacudu:
- Kepemimpinan Lapangan: Komandan Kompi Pelajar (1976), Danyon Linud 305 Tengkorak (1990), Komandan Kontingen Garuda XII-B/UN-TAC Kamboja (1992).
- Level Komando Strategis: Komandan Brigade Infanteri 17 Kujang (1994), Panglima Divisi II Kostrad (1998), Kepala Staf Kostrad (1998), Pangkostrad (2000–2002).
- Level Kewilayahan: Danrem 044/Garuda Dempo (1995), Pangdam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya (1999–2000).
- Jabatan Puncak:
- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD): 2002 – 2004
- Menteri Pertahanan RI: 2014 – 2019
Jejak pengabdian yang panjang dan integritasnya dalam menjaga keamanan negara akan selalu dikenang sebagai warisan berharga bagi bangsa Indonesia. Selamat jalan, Jenderal. (Red).













