Lampung Utara – Terobosan progresif dalam dunia pendidikan dan pembangunan Desa terus membuahkan hasil nyata. Sejak digulirkan pada tahun 2018 hingga tahun 2026 ini, Program Beasiswa Sarjana Desa yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Wonomarto telah berhasil menjaring 30 anak muda berprestasi, baik dari Desa Wonomarto maupun Desa sekitarnya, untuk menempuh pendidikan tinggi.
Program monumental yang berjalan selama sewindu ini merupakan buah kerja sama strategis antara Pemerintah Desa Wonomarto dengan Universitas Bandar Lampung (UBL). Komitmen jangka panjang ini terbukti bukan sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan nyata memutus rantai kemiskinan melalui jalur akademik. Hingga saat ini, tercatat 7 mahasiswa telah resmi menyandang gelar sarjana (wisuda) dan siap berkontribusi bagi kemajuan Daerah.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari skema pembiayaan gotong-royong yang sangat rapi dan meringankan beban orang tua siswa. Program ini didukung oleh tiga pilar pembiayaan utama yakni Pendidikan Gratis UBL memberikan pembebasan biaya kuliah secara penuh sebagai bentuk kepedulian terhadap mencerdaskan anak Bangsa di tingkat Desa, subsidi anggaran Desa Pemerintah Desa Wonomarto mengalokasikan Anggaran pendapatan dan belanja Desa (APBDes) sebesar Rp 2.000.000,- per mahasiswa untuk subsidi biaya kos atau tempat tinggal, dan dukungan Pemerintah pusat dimana para mahasiswa juga ditopang oleh bantuan uang saku melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Keberhasilan Desa Wonomarto dalam mengelola program ini mulai menularkan dampak positif ke wilayah sekitar. Dengan merangkul anak-anak muda dari Desa tetangga, program ini menjadi pemantik semangat bagi Desa lain di Lampung Utara untuk ikut melahirkan generasi emas yang berpendidikan tinggi.
Kepala Desa Wonomarto, Waskito Yusika mengungkapkan rasa bangganya atas capaian para wisudawan dan konsistensi program yang sudah berjalan hingga tahun 2026 inI,”Ini adalah investasi jangka panjang. Anggaran APBDes yang kami kucurkan untuk subsidi tempat tinggal adalah bentuk nyata bahwa dana Desa harus berdampak pada peningkatan kualitas SDM. Kami bangga melihat anak-anak Desa kini mampu bersaing di bangku kuliah dan lulus dengan kepala tegak,” ujar Waskito Yusika, Minggu 31 Mei 2026.
Dengan menyisakan puluhan mahasiswa yang masih aktif menempuh studi di UBL, program Beasiswa Sarjana Desa ini diharapkan terus melahirkan inovator-inovator baru yang akan kembali ke Desa untuk membangun tanah kelahiran mereka dengan ilmu pengetahuan modern. Langkah cerdas Desa Wonomarto ini layak menjadi role model (percontohan) Nasional bagi tata kelola dana Desa yang berbasis pada kemajuan pendidikan. (Yogi/ red)













