Bandar Lampung- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen daerahnya dalam mengadopsi prinsip ekonomi sirkular (circular economy) sebagai modal utama penguatan sektor pertanian dan perkebunan. Langkah ini dipandang strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menarik investasi berkelanjutan dari pasar global.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi jajaran pengurus Indonesia Circular Innovation Forum (ICIF) 2026 di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026). Dalam pertemuan itu, Gubernur didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Lampung Samsurijal.
“Lampung memiliki keunggulan komparatif sebagai lumbung pangan nasional dengan lahan pertanian yang luas. Namun, aktivitas produksi ini tentu menghasilkan residu atau limbah. Melalui penerapan ekonomi sirkular, limbah tersebut dapat kita konversi menjadi produk bernilai tambah (waste-to-worth) melalui hilirisasi berbasis inovasi,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Pertemuan ini sekaligus membahas rencana penetapan Provinsi Lampung sebagai strategic province partner dalam ajang ICIF – Netherlands Business Mission 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amsterdam, Belanda, pada 3–4 November 2026. Forum internasional bertajuk “From Waste to Worth: Building the Future of Sustainable Industry Together” ini dirancang untuk menjembatani inovasi sirkular Indonesia dengan para investor, mitra bisnis, dan penyedia teknologi asal Eropa.
Project Director ICIF 2026, Rizky Diansyah, menilai Lampung memiliki posisi tawar yang kuat untuk menjadi etalase (showcase) pengembangan ekonomi sirkular nasional. Melimpahnya biomassa dan potensi limbah pertanian di Lampung dinilai sangat relevan dengan tren investasi hijau (green investment) yang tengah diminati pasar global.
“Keikutsertaan Lampung sebagai mitra strategis akan membuka ruang diplomasi ekonomi yang konkret. Amsterdam dipilih karena merupakan hub ekonomi sirkular Eropa. Melalui forum ini, proyek-proyek unggulan daerah dapat dipromosikan secara langsung kepada calon investor,” jelas Rizky.
Rizky menambahkan, ICIF 2026 dirancang berfokus pada hasil (output-oriented). Selain pameran, agenda utama mencakup business matching, investment pitching, serta pendampingan oleh konsultan hukum investasi untuk memastikan kesepakatan bisnis berlanjut hingga tahap implementasi.
Ada delapan sektor inovasi utama yang akan diusung dalam forum tersebut, antara lain:
- Biomaterial & Biomassa
- Pangan & Pertanian Sirkular
- Kemasan Berkelanjutan
- Teknologi Pengolahan Limbah
- Material Bangunan Sirkular
- Solusi Industri Berkelanjutan
- Produk Konsumen Hasil Daur Ulang
- Inovasi Sirkular Masa Depan
Pemerintah Provinsi Lampung memandang keikutsertaan dalam ICIF 2026 sejalan dengan agenda percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Selain memperluas jaringan pasar ekspor dan transfer teknologi, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
“Dengan masuknya investasi dan teknologi tepat guna, pengelolaan limbah pertanian secara modern tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan,” tutup Gubernur Rahmat Mirzani. (Sandi Putra/ Red)













