Lampung Utara – Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Utara bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan sadis yang menimpa Safitri alias Ibu Eni (56), warga Dusun 1, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara. Tidak butuh waktu lama, kurang dari 24 jam sejak jasad korban ditemukan membusuk pada Sabtu malam (11/7/2026), Polisi berhasil meringkus dua orang terduga pelaku.
Kedua pelaku yang diamankan diketahui bernama SAS warga Sawojajar, Kotabumi Utara, dan RI warga Widoro Kandang, Kotabumi Utara. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa keduanya ditangkap oleh petugas di dua lokasi yang berbeda.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian belum membeberkan secara rinci mengenai motif di balik aksi keji yang menewaskan wanita lansia yang tinggal sebatang kara tersebut. Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali rafia serta mulut disumpal handuk di bawah meja makan, sementara sepeda motor dan perhiasan emasnya raib dibawa kabur.
Kedua pelaku saat ini sudah dibawa ke Mapolres Lampung Utara dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres setempat untuk mendalami keterlibatan serta mengungkap motif pembunuhan.
Dilansir sebelumnya, Malam Minggu yang mestinya tenang bagi warga Dusun 1, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, berubah mencekam.
Seorang wanita lanjut usia, Ibu Safitri alias Eni (56), ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya sendiri. Korban diduga kuat menjadi korban perampokan sadis yang diperkirakan telah terjadi lebih dari tiga hari lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun studio2news, korban ditemukan Sabtu malam (11/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, kondisi jasad Ibu Eni sangat mengenaskan. Korban ditemukan terbujur kaku di bawah meja makan dengan kondisi tangan dan kaki terikat tali rafia, serta mulut yang disumpal handuk dan sudah dalam keadaan membusuk.
Diduga, pelaku melakukan tindakan keji tersebut untuk membungkam korban sebelum akhirnya menggasak harta benda miliknya.
Terungkapnya peristiwa ini bermula dari kepekaan warga sekitar. Seorang tetangga merasa curiga karena selama tiga hari berturut-turut, lampu rumah korban tidak menyala. Kekhawatiran tersebut lantas disampaikan kepada adik kandung korban, Baskoro.
Mendapat kabar tersebut, Baskoro ditemani kakak iparnya, Yasir, segera mendatangi kediaman Ibu Eni. Betapa hancurnya hati mereka saat mendapati orang yang dicintai telah tak bernyawa dengan kondisi yang tidak wajar.
Kediaman Ibu Eni dalam keadaan berantakan. Kuat dugaan, pelaku yang tega menghabisi nyawa wanita lansia yang tinggal sebatang kara ini mengincar harta benda. Hal ini dibuktikan Motor milik korban serta perhiasan emas yang biasa dikenakan dilaporkan hilang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (Riski/ Yogi/ Red).













