JAKARTA, Studio2News – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menargetkan postur ideal kekuatan pertahanan nasional dengan membentuk dua Batalyon Komponen Cadangan (Komcad) di setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menjelaskan bahwa target ini bertujuan memperkuat kesiapan pertahanan di tingkat daerah. Saat ini, Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota, dan Kemhan berharap dapat menghadirkan total kekuatan cadangan yang signifikan di setiap wilayah tersebut sebagai pendamping batalyon infanteri organik TNI.
“Harapannya, di setiap kabupaten itu ada dua batalyon Komcad. Kami menargetkan postur ideal ini dapat terwujud di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Donny. Jumat (5/6/2026).
Donny menegaskan, peran utama Komcad adalah sebagai kekuatan pengganda (force multiplier) yang bersifat sukarela dan hanya dimobilisasi apabila negara dalam kondisi darurat militer dan membutuhkan dukungan tambahan bagi TNI.
Sebagai langkah konkret, pemerintah kini fokus pada rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari program Komcad. Sebelumnya, sebanyak 1.758 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga pusat telah resmi ditetapkan sebagai anggota Komcad setelah menyelesaikan Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Pengambilan sumpah para ASN tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/6/2026).
“Penetapan ini merupakan gelombang pertama program Komcad ASN tahun anggaran 2026. Secara total, kami menargetkan rekrutmen 4.000 ASN tahun ini,” jelas Gabriel.
Hingga saat ini, Indonesia tercatat telah memiliki sekitar 50.000 anggota Komcad yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Ke depan, Kemhan berkomitmen memperluas cakupan program ini ke tingkat daerah, di mana sejumlah pemerintah provinsi telah menyatakan kesiapan untuk menggelar pelatihan serupa.
Pemerintah menargetkan setidaknya tujuh hingga delapan provinsi tambahan akan menyelenggarakan program pembentukan Komcad ASN sebelum akhir tahun 2026.
Jadwal Rekrutmen Gelombang Kedua yakni Pembukaan akan dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 dengan durasi pelatihan sekitar 1,5 bulan, target penyelesaian diperkirakan awal hingga pertengahan Oktober 2026
Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) guna menjamin kedaulatan negara di masa depan. (Red).













