Bogor- Dampak musim kemarau mulai memicu krisis kemanusiaan di wilayah Kabupaten Bogor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan, sebanyak 22.065 jiwa dari 6.333 kepala keluarga (KK) kini mengalami krisis air bersih akut akibat kekeringan yang berlangsung sejak awal Juni hingga Juli 2026.
Sejauh ini, wilayah terdampak telah meluas ke 17 Desa yang tersebar di 10 kecamatan. Menyusutnya sumber air alami secara drastis memaksa warga setempat bergantung sepenuhnya pada pasokan bantuan eksternal untuk memenuhi kebutuhan domestik harian.
Hingga saat ini Pemerintah Daerah setempat telah menetapkan skala prioritas intervensi untuk wilayah dengan dampak paling parah. Hingga pertengahan Juli, otoritas terkait telah mendistribusikan sedikitnya 200.000 liter air bersih (setara dengan 40 ritase tangki) yang dialokasikan ke 41 titik distribusi strategis.
BPBD setempat memastikan proses mitigasi dan pemetaan dampak akan terus diperbarui secara dinamis. Mengingat intensitas kemarau yang masih tinggi, koordinasi antar-lembaga terus ditingkatkan guna mempercepat mobilisasi bantuan logistik ke posko-posko permukiman warga yang belum terjangkau. (Red)













