Bidik Emas Porwanas 2027, PWI Lampung Mulai Jaring Atlet Karaoke Terbaik

Bandar Lampung– Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV Tahun 2027, Provinsi Lampung tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara yang baik, tetapi juga membidik prestasi tertinggi. Langkah cepat langsung diambil oleh Panitia Porwanas XV Lampung dengan memulai proses seleksi ketat untuk cabang olahraga (cabor) seni karaoke.

Ajang penjaringan bakat tarik suara yang diperuntukkan bagi para wartawan dan anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Lampung ini ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Ketua Harian Porwanas XV Lampung 2027, Supriyadi Alfian menegaskan bahwa percepatan lini masa seleksi ini sengaja dilakukan demi investasi waktu pembinaan. Dengan menjaring atlet lebih awal, kontingen Lampung akan memiliki waktu yang cukup matang untuk mengasah kemampuan vokal dan mental bertanding sebelum berlaga di panggung Nasional.

“Target kami seleksi lomba karaoke untuk wartawan dan anggota IKWI Provinsi Lampung sudah harus terlaksana pada akhir Juli ini,” ujar Supriyadi kemarin

Untuk mengakomodasi keberagaman bakat, panitia membuka tiga kategori lagu yang dapat dipilih peserta, yakni pop Indonesia, dangdut, dan lagu Daerah. Kompetisi ini rencananya akan dihelat di Center Stage Novotel Lampung—sebuah pilihan tempat yang dinilai representatif dan memiliki fasilitas audio-visual mumpuni untuk mendukung performa para peserta.

Meski bertajuk cabor seni antarmedianya, panitia menerapkan standar penilaian yang sangat profesional dan komprehensif. Aspek penilaian tidak hanya bertumpu pada kualitas dasar vokal seperti karakter dan kekuatan suara, tetapi juga menyentuh ranah teknis yang rigid.

Tim juri akan menguliti ketepatan nada (pitch control), tempo, ritme, hingga intonasi. Selain itu, kemampuan interpretasi lagu lewat penghayatan ekspresi serta stage act (penguasaan panggung dan kesesuaian kostum) menjadi poin krusial yang akan menentukan nilai tertinggi.

Manager Cabor Karaoke Porwanas XV Lampung, Yuhadi menyatakan kesiapan penuh komandonya untuk memfasilitasi seluruh tahapan, mulai dari seleksi daerah hingga pelatda menuju Porwanas 2027. Ia optimistis Lampung memiliki segudang talenta terpendam di bidang tarik suara.

“Kami siap memfasilitasi seluruh proses. Karena itu, kami mengajak seluruh anggota PWI maupun IKWI Lampung yang memiliki bakat menyanyi untuk ambil bagian. Semakin banyak peserta, semakin besar peluang kita mendapatkan penyanyi terbaik untuk mengamankan medali bagi Lampung,” kata Yuhadi optimistis.

Untuk menjaga marwah kompetisi yang fair dan akuntabel, panitia menetapkan regulasi yang ketat. Dari segi administrasi, wartawan yang mendaftar wajib berstatus anggota PWI Biasa yang aktif dan telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sementara untuk kategori IKWI, wajib menyertakan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang masih berlaku.

Secara teknis di lapangan, disiplin menjadi harga mati. Peserta wajib hadir untuk registrasi ulang dan mengambil nomor urut 30 menit sebelum acara dimulai. Sistem gugur otomatis berlaku jika peserta mangkir setelah dipanggil tiga kali oleh pemandu acara.

Guna menguji kualitas vokal murni, peserta diwajibkan menyanyi secara langsung (live) tanpa bantuan rekaman vokal (lip-sync), dengan membawa musik pengiring (minus-one) pribadi dalam bentuk flash disk atau tautan YouTube. Panitia juga menegaskan bahwa lagu yang sudah didaftarkan tidak dapat diubah secara sepihak, dan kesalahan personal saat tampil tidak akan diberikan kesempatan mengulang, kecuali jika terjadi gangguan teknis murni dari sistem suara panitia.

Guna menjaga independensi, pembawa acara dilarang keras memberikan komentar atau penilaian yang menggiring opini selama lomba. Keputusan Dewan Juri ditegaskan bersifat mutlak, final, dan tidak dapat diganggu gugat.

Melalui kombinasi regulasi yang disiplin, fasilitas tempat yang profesional, dan masa persiapan yang panjang, PWI Lampung mengirimkan sinyal kuat kepada Provinsi lain, Lampung siap menyambut Porwanas XV 2027 baik secara kesiapan siber organisasi maupun prestasi di atas panggung. (Sandi Putra/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!