Jakarta, Studio2News – Komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjaga kelestarian aset strategis nasional memasuki babak baru.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengambil kebijakan krusial dengan melakukan penambahan besar-besaran personel Polisi Kehutanan (Polhut).
Langkah ini diambil untuk memastikan hutan Indonesia, yang menjadi paru-paru dunia, mendapatkan perlindungan yang lebih maksimal.
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan tegas untuk memperkuat barisan forest ranger atau polisi khusus kehutanan.
“Pak Prabowo sudah memutuskan untuk menjaga hutan-hutan kita yang begitu berharga. Polisi khusus kehutanan akan bertambah signifikan dari 5.000 petugas menjadi 70.000 petugas,” ujar Hashim dalam keterangannya, Senin (6/7/2026) kemarin.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kehutanan saat ini tengah menjalankan proses rekrutmen secara bertahap.
“Pak Menteri Kehutanan telah memutuskan, tahun ini sebanyak 23.000 personel akan direkrut, dan target pemenuhan akan dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun,” tambahnya.
Kebijakan ini lahir dari evaluasi mendalam atas minimnya pengawasan hutan di lapangan. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa arahan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, pada Desember 2025 lalu.
Raja Juli memberikan contoh nyata kondisi di Aceh. Dengan luas hutan mencapai 3,5 juta hektar, wilayah tersebut sebelumnya hanya diawasi oleh 32 orang polisi hutan.
” Ini sama sekali tidak masuk akal. Pak Presiden memerintahkan agar kita melipatgandakan jumlah polisi kehutanan. Tujuannya jelas: agar praktik illegal logging dan perusakan hutan yang selama ini terjadi dapat diatasi sesegera mungkin,” tegas Raja Juli.
Upaya serius Indonesia dalam menjaga kelestarian alam ini ternyata tidak luput dari perhatian dunia internasional. Hashim Djojohadikusumo menyebut bahwa dedikasi polisi hutan Indonesia bahkan mendapat apresiasi dari Pangeran William dari Wales, yang memimpin The Royal Foundation di Inggris.
The Royal Foundation memberikan atensi khusus terhadap peran vital para penjaga hutan ini dalam menjaga biodiversitas dan melawan perubahan iklim. Dengan penambahan jumlah personel yang masif, pemerintah optimistis dapat menekan angka deforestasi dan memperkuat kedaulatan Indonesia atas kawasan hutan yang menjadi salah satu aset strategis paling berharga bagi masa depan bangsa. (Red).













