Pesawaran- Muli Salma Atsila, siswi kelas XII SMAN 1 Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat regional. Muli dipastikan menjadi wakil Provinsi Lampung dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) 2026 untuk kategori Cipta Cerpen yang akan berlangsung di Jakarta pada November 2027 mendatang.
Kepastian tersebut didapat setelah putri dari pasangan Munizar dan Novita Sari ini diraih sebagai Juara I pada ajang FLS2N tingkat Provinsi Lampung.
Dalam kompetisi tersebut, Muli mengusung karya sastra berjudul Kartografi Sunyi. Cerpen ini menyoroti dinamika keprihatinan generasi muda terhadap potensi kepunahan bahasa daerah Lampung fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan akibat tergerusnya penggunaan bahasa ibu di ranah publik maupun domestik.
Melalui narasi yang tajam dan emosional, Muli berhasil memikat dewan juri dengan memadukan kepekaan realitas sosial setempat dan keutuhan struktur sastra.
Kepala SMAN 1 Gedongtataan, Sylvia Juita menjelaskan bahwa pencapaian Muli merupakan tonggak sejarah baru bagi satuan pendidikan yang dipimpinnya. Muli mencatatkan diri sebagai peserta didik pertama dari SMAN 1 Gedongtataan yang menembus fase nasional FLS2N.
“Ini merupakan pencapaian bersejarah bagi sekolah kami. Muli akan membawa nama Provinsi Lampung di kategori Cipta Cerpen dan berkompetisi secara kompetitif dengan perwakilan dari 34 provinsi se-Indonesia,”jelas Sylvia, Rabu (29/7/2026).
Sylvia menambahkan, Kabupaten Pesawaran tahun ini menyumbangkan dua perwakilan ke tingkat nasional. Selain Muli di cabang Cipta Cerpen, satu wakil lainnya berasal dari SMA Pelita yang akan bertanding di kategori Film Pendek.
Menghadapi persaingan di tingkat Nasional, pihak sekolah telah menyiapkan program pembinaan dan pendampingan berkelanjutan selama tiga bulan ke depan. Muli akan dibimbing secara intensif oleh praktisi dan akademisi di bidang sastra guna mematangkan teknik penulisan, struktur narasi, serta kedalaman pemikiran karya.
Manajemen sekolah optimistis bahwa pembinaan terstruktur ini tidak hanya menjadi bekal kompetisi, tetapi juga dapat menjadi pijakan portofolio prestasi akademis yang bermanfaat bagi kelanjutan studi Muli di perguruan tinggi. (Red)













