Studio2News – Institusi penegak hukum kembali tercoreng oleh noda darah dari dalam selimutnya sendiri. Misteri kematian personel Polres Tanjung Jabung Timur, Brigadir Eko Winarto Saputra, yang sebelumnya diselimuti tanda tanya besar, akhirnya terpecahkan dengan fakta yang mencengangkan, korban tewas di tangan rekan sesama korps berseragam cokelat.
Dilansir Tribun.com, Brigadir Eko ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kos yang terletak di Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Sabtu (18/7/2026) lalu.
Alih-alih kematian wajar, hasil penyidikan membongkar skandal mengerikan ia merupakan korban pembunuhan berencana yang melibatkan lima oknum polisi aktif.
Polda Jambi bergerak cepat setelah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada Jumat, sebelum akhirnya menetapkan enam orang tersangka sehari bersumber dari hasil gelar perkara.
“Pada hari Jumat penyidik telah meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kemudian pada hari Sabtu telah menetapkan enam orang tersangka,” tegas Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, Senin (27/7/2026) kemarin.
Ironisnya, dari total enam tersangka yang dibekuk, lima orang merupakan anggota Polri aktif di lingkungan Polres Tanjung Jabung Timur, sementara satu orang lainnya adalah warga sipil.
Berikut identitas kelima oknum anggota Polri yang ditetapkan sebagai tersangka:
- Aipda MA
- Aipda EF
- Bripka DHR
- Brigadir UJS
- Bripda EBD
- Inisial B (Warga Sipil)
Hingga kini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi bersama Satreskrim Polres Tanjab Timur masih membedah sejauh mana keterlibatan serta peran spesifik dari masing-masing tersangka dalam insiden berdarah yang merenggut nyawa Brigadir Eko.
Penyidik juga belum membeberkan secara rinci pasal sangkaan yang akan menjerat para pelaku. Termasuk rumor liar yang beredar di tengah publik terkait dugaan keterkaitan kasus ini dengan penyalahgunaan narkotika maupun konsumsi minuman keras sebelum maut menjemput korban.
“Masih didalami bagaimana perannya, bagaimana keterlibatan masing-masing personel. Begitu pula terkait dugaan narkoba atau minuman keras, masih dalam proses pendalaman,” ujar Erlan singkat.
Demi menjamin transparansi penegakan hukum, penanganan kasus memalukan ini langsung mendapat asistensi penuh dari Mabes Polri, yang melibatkan unsur Itwasum Polri, Divpropam Polri, hingga Bareskrim Polri. Selain proses pidana umum, kelima oknum tersebut kini juga tengah menjalani pemeriksaan etik secara intensif oleh Bidang Propam Polda Jambi.
Tabir kelam di balik kematian Brigadir Eko sedikit demi sedikit mulai tersingkap lewat kesaksian warga sekitar lokasi kejadian.
Seorang warga yang bermukim tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) mengaku sempat mendengar suara menyerupai teriakan kesakitan sekitar pukul 03.00 dini hari pada hari kejadian, Sabtu (18/7/2026). Karena situasi yang sunyi dan tidak menduga adanya kejahatan fatal, warga sempat mengabaikan suara tersebut.
Menjelang fajar menyingsing, suasana di sekitar rumah kos tampak ganjil. Lampu bagian depan rumah terpantau sudah dipadamkan, menyisakan satu titik lampu yang masih menyala dengan salah satu pintu kamar terbuka lebar. Tidak ada kecurigaan apa pun dari para tetangga, hingga akhirnya suasana mendadak gempar pada Sabtu pagi setelah jasad Brigadir Eko ditemukan terbujur kaku. (Red).













