LAMPUNG UTARA, Studio2News – Komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta bebas dari praktik lancung terus digelorakan di Kabupaten Lampung Utara. Melalui langkah preventif yang strategis, Inspektorat Kabupaten Lampung Utara resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Anti-Korupsi bertajuk “Sekolah Jujur, Generasi Hebat” yang dipusatkan di Ruang Siger, Selasa (21/7/2026).
Acara penting yang berfokus pada pembentukan karakter generasi muda ini dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis. Kehadiran Bupati turut didampingi oleh Plt. Kepala Inspektorat Lampung Utara, Martahan Samosir, perwakilan Dinas Pendidikan, jajaran kepala sekolah, serta para pemangku kepentingan di dunia pendidikan daerah.
Dalam laporannya, Plt. Kepala Inspektorat Lampung Utara, Martahan Samosir, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemkab Lampung Utara dalam memperkuat budaya integritas.
Hal ini bertujuan menanamkan nilai-nilai anti-korupsi serta meningkatkan pemahaman para penyelenggara pendidikan terhadap pentingnya tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Adapun sasaran utama pelaksanaan sosialisasi anti-korupsi di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini meliputi:
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai nilai-nilai dasar anti-korupsi dan integritas.
- Mendorong terwujudnya tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
- Menumbuhkan budaya kejujuran dan tanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan di lingkungan sekolah.
- Membangun komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah berintegritas sebagai sarana pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Martahan berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara nyata dalam tata kelola sekolah. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ekosistem yang menanamkan kedisiplinan serta keteladanan bagi peserta didik guna melahirkan generasi hebat yang berkarakter.
Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis memberikan penekanan keras kepada jajaran Dinas Pendidikan. Ia menginstruksikan agar lingkungan pendidikan benar-benar dijadikan zona integritas yang murni.
Bupati menegaskan, integritas seorang pemimpin dan tenaga pendidik di sekolah merupakan cerminan utama bagi moralitas anak didik yang kelak akan memegang tongkat estafet kepemimpinan daerah.
“Pendidikan anti-korupsi ini bukan sekadar kegiatan seremonial di Ruang Siger. Para kepala sekolah dan guru adalah garda terdepan. Ajarkan anak-anak kita untuk jujur dari hal-hal kecil, hindari segala bentuk pungutan liar atau penyelewengan di lingkungan sekolah, dan jadilah teladan yang bersih,” ujar Hamartoni.
Bupati juga berpesan agar para tenaga pendidik mampu mengintegrasikan nilai-nilai kejujuran secara konsisten ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Langkah ini dinilai esensial agar budaya anti-korupsi berakar kuat di Bumi Ragem Tunas Lampung. (Red).













