LAMPUNG SELATAN, studio2news – Seorang remaja putri berinisial DE (17), yang dikenal sebagai Eca, tewas mengenaskan setelah menjadi korban penusukan di kawasan wisata Bakauheni Harbour City, Lampung Selatan. Korban merupakan putri dari salah satu pengurus perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bakauheni.
Pelaku penusukan diketahui berinisial MA, warga Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka tusuk fatal pada bagian dada yang menyebabkan nyawanya tak tertolong saat hendak mendapatkan pertolongan medis.
Insiden berdarah ini dipicu oleh masalah sepele, yakni perselisihan terkait kartu perdana (SIM card) ponsel. Peristiwa bermula ketika korban, pelaku, dan pacar pelaku melakukan pertemuan di area Bakauheni Harbour City.
Dalam pertemuan tersebut, korban mempertanyakan perihal SIM card miliknya yang diduga dikuasai oleh pacar pelaku. Situasi yang awalnya hanya adu mulut mendadak memanas hingga berujung pada aksi kekerasan fisik. Tersulut emosi, pelaku MA diduga langsung mencabut senjata tajam jenis badik yang telah dibawanya dan menghujamkannya berkali-kali ke arah dada korban.
Selain merenggut nyawa Eca, amukan pelaku juga melukai rekan korban berinisial MRZ. Korban luka tersebut mengalami sayatan dalam dan harus mendapatkan 28 jahitan di puskesmas setempat.
Kapolsek KSKP Bakauheni, Iptu Fransiskus Yepta, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa pelaku telah diamankan.
“Pelaku sudah kami tangkap di lokasi pelariannya tanpa perlawanan. Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan secara maraton untuk mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam kasus ini,” ujar Iptu Fransiskus.
Petugas telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah badik yang masih bernoda darah, SIM card yang menjadi pemicu keributan, serta satu unit sepeda motor milik pelaku. Saat ini, tersangka MA telah mendekam di sel tahanan dan dijerat dengan pasal hukum yang berlaku dengan ancaman hukuman penjara yang berat.
Prosesi pemakaman remaja asal Dusun Muara Pilu, Bakauheni tersebut diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat. Sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir, ratusan anggota PSHT dengan atribut lengkap memadati area pemakaman untuk mengantarkan jenazah Eca ke tempat peristirahatan terakhirnya. (Wawan/Red).













