LAMPUNG UTARA, Studio2News – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0412 Lampung Utara resmi dibuka. Rabu (15/7/2026).
Program ini menjadi titik balik bagi kemajuan ekonomi desa Baru Raharja. Bukan sekadar pembangunan fisik, kehadiran TNI di tengah masyarakat membawa harapan baru bagi warga yang selama ini terkungkung oleh keterbatasan akses.
Kepala Desa Baru Raharja, Muhammad Iqbal, mengungkapkan rasa haru dan apresiasi mendalam atas dipilihnya wilayahnya sebagai sasaran utama TMMD tahun ini. Baginya, program ini adalah “nyawa” baru yang menggerakkan roda pembangunan desa yang sempat stagnan.
Prioritas utama dalam TMMD ke-129 ini adalah pembukaan badan jalan yang selama ini menjadi impian warga. Pembangunan akses vital ini secara langsung memutus status dusun yang selama ini terisolir dari akses mobilitas utama.
“Pembukaan badan jalan ini adalah sejarah. Akses yang tadinya terputus, kini menyatukan dusun kami yang terisolasi. Ini adalah urat nadi perekonomian bagi warga kami yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai petani dan pekebun,” ujar Muhammad Iqbal.
Menurutnya, dengan terbukanya akses ini, mobilitas pengangkutan hasil bumi kini jauh lebih efisien, menekan biaya operasional petani, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa untuk berkembang.
Dampak TMMD tidak hanya dirasakan melalui infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam. Watinem, salah satu warga yang menjadi penerima manfaat program bedah rumah, tak kuasa menahan haru saat rumahnya kini berubah menjadi hunian yang layak huni.
” Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka. Terima kasih Bapak Dandim dan seluruh jajaran TNI Kodim 0412 Lampung Utara yang telah peduli dengan kondisi rumah saya,” ucap Watinem.
Program TMMD ke-129 ini kembali membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat adalah kekuatan yang tak terbantahkan. Melalui kolaborasi ini, pembangunan tidak lagi hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi aksi nyata yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat pelosok.
Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya meninggalkan infrastruktur yang kokoh, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat desa, selaras dengan semangat membangun negeri dari desa. (Riski/Red).













