Mesuji- Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Bripda Rizky Ardiyanto, personel Dit Samapta Polda Sumsel yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Sungai Mesuji. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kedua, Kamis (10/9/2026).
Jasat korban ditemukan sekitar pukul 10.00 Wib, berjarak tak jauh dari lokasi awal diperkirakan jatuh.
“Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada radius 4,5 meter dari titik awal korban terjatuh,” ujar Feriansyah, Ketua Tim Basarnas Pos Tulang Bawang
Usai dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah langsung diserahkan oleh tim gabungan kepada pihak terkait untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel guna proses penanganan lebih lanjut.
Untuik diketahui, Insiden tersebut bermula pada Rabu (9/8/2026) malam, saat Bripda Rizky bertugas melakukan pengawalan resmi di atas Kapal Tongkang Agro Permai milik PT PAR. Kapal yang diawaki tiga ABK tersebut berangkat dari Dermaga 129 Kebun Hikmah 5, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji Induk, menuju Dermaga KMJ di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang.
Camat Mesuji, Feri Antoni, mengonfirmasi bahwa dalam pelayaran tersebut Bripda Rizky melakukan pengawalan bersama seorang personel Marinir Brigif IV Pesawaran, Kopral Prasetyo. Namun, di tengah jalur pelayaran, Kopral Prasetyo berpindah tugas pengawalan ke Kapal Agro Surya, sehingga pengawalan Kapal Tongkang Agro Permai dilanjutkan oleh Bripda Rizky seorang diri.
Saat melintas di perairan Desa Karang Sia, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Bripda Rizky sempat mendatangi ruang kemudi. Ia menginformasikan kepada juru mudi bahwa dirinya berencana berpindah pengawalan ketika berpapasan dengan Kapal Yusika.
Setelah menyampaikan rencana tersebut, Bripda Rizky kembali ke geladak bawah. Kapten kapal sempat menyarankan agar ia beristirahat di dalam ruangan, namun ditolak karena cuaca di lokasi terasa gerah.
Tak lama kemudian, saat Kapal Yusika mendekat, juru mudi turun ke geladak untuk memberi tahu Bripda Rizky agar bersiap. Namun, korban sudah tidak ada di lokasi. Penyisiran mandiri yang dilakukan oleh seluruh kru kapal di area geladak tidak membuahkan hasil. Menyadari adanya personel yang hilang, Kapten Kapal segera mengarahkan navigasi ke Desa Nipah Kuning untuk meminta bantuan warga dan aparat setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke instansi terkait hingga dibentuk Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR).
Penyisiran intensif yang dilakukan sejak hari pertama hingga memasuki hari kedua di sepanjang perairan Desa Karang Sia hingga Desa Nipah Kuning tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jasad korban. Penemuan ini sekaligus resmi menutup operasi penyisiran yang melibatkan jajaran gabungan tersebut. (Sandi Putra/Red)











