Lampung Utara- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara mengimbau seluruh satuan pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang dimulai besok Jumat 11 September 2026, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman paparan debu vulkanik. Pihak sekolah diminta segera menerapkan langkah-langkah mitigasi dan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga sekolah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Eva Karmila Sari menjelaskan sebagai langkah antisipasi pihaknya describes beberapa poin krusial yang wajib diterapkan oleh pihak sekolah yakni
- Sterilisasi area belajar: Memastikan ruang kelas dalam keadaan bersih dan tertutup rapat agar debu tidak masuk.
- Pembatasan aktivitas luar ruangan: Mengurangi atau menghentikan sementara kegiatan fisik di luar kelas selama kualitas udara belum membaik.
- Penyediaan APD: Memastikan ketersediaan masker yang memadai bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.
- Penyedian Tempat Cuci Tangan : Memastikan penyedian tempat cuci tangan diluar ruang kelas.
“Anak yang mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata pascapaparan debu dianjurkan untuk segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) terdekat dan tidak memaksakan diri mengikuti KBM,” ujar pernyataan resmi Dinkes Lampung Utara.
Dinkes juga menyoroti pentingnya sinergi dari para orang tua murid. Orang tua diimbau untuk memastikan anak-anak mereka mengenakan masker sejak berangkat hingga pulang sekolah, serta aktif memantau kondisi fisik anak secara berkala.
Guna memastikan situasi tetap terkendali, Dinkes Lampung Utara melalui jaringan Puskesmas akan terus memantau perkembangan KBM di sekolah serta memantau kesehatan masyarakat. Jika evaluasi menunjukkan kualitas udara tidak memungkinkan, aktivitas luar ruangan dipastikan akan dihentikan total sementara waktu.
Dinkes menegaskan bahwa proses KBM tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya dengan catatan prioritas utama adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap disiplin dan waspada dalam melindungi diri dari risiko paparan debu vulkanik. (Yogi/ Red)













