Studio2Sport – Mimpi Argentina untuk mempertahankan mahkota juara Piala Dunia 2026 berakhir dengan cara yang memalukan.
Dalam laga final yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, La Albiceleste tampil hambar dan tak berdaya, menyerah 1-0 dari Spanyol lewat gol dramatis Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.
Hasil ini bukan sekadar kekalahan, ini adalah refleksi dari penampilan terburuk Argentina sepanjang turnamen. Statistik pascalaga menjadi bukti betapa Spanyol memperlakukan Lionel Messi dkk.
Spanyol benar-benar mengunci kendali permainan. Pasukan Luis de la Fuente mencatatkan penguasaan bola hingga 68 persen, berbanding jauh dengan Argentina yang hanya mampu menguasai bola sebesar 32 persen.
Akurasi operan Spanyol yang mencapai 90 persen dari 803 percobaan membuat Argentina hanya bisa berlarian mengejar bayang-bayang lawan tanpa arah.
Di lini serang, ketajaman kualitas semakin nyata. Spanyol melepaskan 20 tembakan, dengan 11 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Argentina tampil tumpul dengan hanya mencatat 3 tembakan sepanjang laga ironisnya, tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang Spanyol.
Frustrasi akibat dikurung oleh dominasi Spanyol, Argentina justru kehilangan kendali emosi. Pertandingan sempat diwarnai catatan keras dari wasit Slavko Vincic terhadap Leandro Paredes, yang dianggap melanggar Golden Rule sepak bola akibat tekel sembrononya.
Puncaknya, Enzo Fernandez harus keluar lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah di menit ke-90+3. Secara total, Argentina melakukan 24 pelanggaran yang membuahkan 5 kartu kuning dan 1 kartu merah, sebuah bukti nyata bahwa mereka kalah secara taktis dan mental.
Meski kalah, Emiliano Martinez tetap menjadi satu-satunya penyelamat Argentina dengan rating 7.1 berkat 11 penyelamatan krusial. Namun, performa cemerlang sang kiper tidak dibarengi oleh rekan-rekannya.
Lionel Messi tampak terisolasi dengan nilai 5.5, sementara Julian Alvarez dan Enzo Fernandez mencatatkan nilai rendah 4.8.
Di sisi lawan, Spanyol menunjukkan kolektivitas kelas dunia. Pedro Porro tampil sebagai motor serangan dengan rating 7.2, disusul Ferran Torres yang menjadi pahlawan melalui gol menit ke-106 yang mengunci gelar juara setelah penantian 16 tahun sejak 2010.
Rating Pemain Kunci (Pilihan):
• Spanyol: Pedro Porro (7.2), Rodri (6.9), Ferran Torres (6.8), Lamine Yamal (6.4).
• Argentina: Emiliano Martinez (7.1), Lionel Messi (5.5), Enzo Fernandez (4.8), Julian Alvarez (4.8).
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Argentina yang ketergantungan pada aksi heroik kipernya. Tanpa kreativitas di lini tengah dan tumpulnya lini depan, Argentina gagal mengantisipasi agresivitas sayap Spanyol yang dimotori oleh Lamine Yamal dan Nico Williams.
Bagi Spanyol, kemenangan di New Jersey ini adalah legitimasi atas keunggulan teknis dan kedalaman skuad yang merata. Mereka datang, mereka mendominasi, dan mereka membawa pulang trofi sebagai tim yang paling layak berdiri di puncak dunia. (Red).













