Lampung Selatan- Langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan di pintu gerbang Pulau Sumatera mulai bergulir. Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan tengah bersiap melakukan transisi besar dari Tipe D menjadi Tipe C atau Kepolisian Resor Kota (Polresta). Kesiapan ini dinilai langsung melalui proses Visitasi Studi Kelayakan yang digelar oleh Tim Biro Perencanaan (Rorena) Polda Lampung di Aula Rupatama Raden Intan pekan lalu.
Proses evaluasi menyeluruh ini dipimpin langsung oleh Kabag Strategi Manajemen Rorena Polda Lampung, AKBP Dasep Wahyu Permadi didampingi tim ahli yang terdiri dari M. Dian Eko Waluyo, Lastri, BRIPKA M. Surya Palicom, dan BRIPTU M. Fadhlan Hirzi Hadizar. Kehadiran tim verifikasi disambut oleh Wakapolres Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan bersama jajaran Pejabat Utama serta para Kapolsek.
Dalam pembukaannya, Kompol Made Silpa Yudiawan menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Lampung Selatan telah merampungkan persiapan administrasi dan data pendukung secara komprehensif untuk menghadapi penilaian ini.
“Visitasi ini adalah momentum krusial untuk menguji dan mengevaluasi kesiapan nyata kami di lapangan. Seluruh masukan dan arahan dari Tim Rorena Polda Lampung akan menjadi catatan penting untuk menyempurnakan setiap indikator yang dipersyaratkan demi terwujudnya status Polresta,” ujar Kompol Made Silpa.
Rencana peningkatan tipologi ini bukan tanpa alasan. Secara geopolitik dan ekonomi, Kabupaten Lampung Selatan memegang peranan vital yang sangat kompleks. Wilayah ini merupakan urat nadi penghubung antar-pulau yang menampung beban aktivitas tinggi. Keberadaan objek vital nasional seperti Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), kawasan industri strategis, hingga sektor pariwisata yang terus menggeliat, memicu lonjakan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
Kondisi tersebut menuntut adanya restrukturisasi organisasi Kepolisian yang lebih kuat, responsif, dan didukung oleh kapasitas personel serta sarana prasarana yang lebih memadai.
Usai sesi pembukaan, Tim Rorena Polda Lampung langsung bergerak melakukan pemaparan mendalam dan verifikasi faktual. Tim menguliti berbagai aspek penilaian yang menjadi syarat mutlak peningkatan tipologi, meliputi struktur organisasi, pemetaan sumber daya manusia (SDM), kondisi riil wilayah hukum, kualitas pelayanan publik, hingga ketersediaan sarana dan prasarana penunjang.
Melalui visitasi obyektif ini, restrukturisasi kelembagaan Polres Lampung Selatan diharapkan dapat segera terealisasi. Peningkatan status menjadi Polresta diproyeksikan mampu memperkuat kapasitas organisasi dan efektivitas penegakan hukum, sekaligus menghadirkan kualitas pelayanan publik yang jauh lebih optimal, aman, dan prima bagi seluruh masyarakat Lampung Selatan. (Wawan/ Red)













