LAMPUNG TENGAH, studio2news – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lampung Tengah menggelar diskusi interaktif guna meningkatkan toleransi antarumat beragama.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Panggung Kompleks Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, serta Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Warsito.
Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Deputi Bina Keagamaan Kemenko PMK Asep Sunandar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, jajaran pengurus FKUB, tokoh lintas agama, serta perwakilan dinas terkait.
Dikemas dalam suasana santai namun sarat makna, kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat persatuan dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyampaikan bahwa kerukunan bukan berarti menyeragamkan keyakinan, melainkan membangun kehidupan yang damai di atas landasan perbedaan.
“Kerukunan adalah sikap saling menghormati, memahami, dan menjaga satu sama lain meskipun berbeda suku, agama, budaya, maupun pandangan,” ujar I Komang.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran FKUB yang dinilai sangat strategis dalam merawat harmoni di Kabupaten Lampung Tengah. FKUB dinilai mampu menjadi jembatan dialog, melakukan pendekatan humanis, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik di tengah masyarakat.
“FKUB telah menjadi ruang bersama bagi para tokoh agama untuk duduk bersama, berdialog, dan menyelesaikan berbagai persoalan secara damai,” urainya.
Lebih lanjut, I Komang menekankan bahwa kokohnya kerukunan umat beragama di Lampung Tengah tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah.
Komang berharap diskusi ini tidak berhenti sebagai wacana di atas meja, melainkan mampu melahirkan komitmen nyata dalam menjaga toleransi dan menjadikan kerukunan sebagai budaya hidup sehari-hari masyarakat Lampung Tengah. (Red)













