Penyelundupan Sabu Dalam Sayur Kangkung Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Bandung

Bandung- Ketelitian petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung kembali membuahkan hasil. Upaya penyelundupan barang yang diduga kuat narkotika ke dalam area lapas berhasil digagalkan saat alur pemeriksaan barang titipan pengunjung, Selasa (21/7/2026).

Modus operandi yang digunakan tergolong cerdik, yakni dengan menyembunyikan satu paket plastik putih berisi barang haram di balik tumpukan hidangan sayur kangkung olahan.

Insiden tersebut terungkap berkat kewaspadaan petugas penggeledahan barang yang mencurigai kemasan makanan bawaan salah seorang pengunjung. Saat diperiksa secara detail dan menyeluruh, petugas menemukan bungkusan plastik mencurigakan yang diselipkan di dalam masakan tersebut.

Petugas di lapangan bergerak cepat dengan langsung mengamankan barang bukti serta pengunjung yang membawa makanan tersebut untuk dimintai keterangan awal. Kasus ini segera dilaporkan secara berjenjang kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) dan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Sopiana.

Menindaklanjuti temuan ini, pihak lapas mengisolasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dituju oleh pengunjung tersebut guna pemeriksaan internal,”Kami bergerak cepat menindaklanjuti temuan ini. Selain mengamankan pengunjung dan WBP yang bersangkutan, kami langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Bandung untuk penanganan hukum dan proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Sopiana.

Keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung dalam mengawal program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pihak manajemen lapas memastikan akan terus memperketat pengawasan pada pintu masuk utama (P2U) dan memperluas deteksi dini terhadap segala bentuk modus operandi baru.

Langkah tegas ini diambil demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, tertib, serta sepenuhnya bersih dari peredaran gelap narkotika (Zero Halinar). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!