PESAWARAN, STUDIO2NEWS — Penemuan kerangka manusia yang berserakan di kawasan terpencil Umbul Solo, Dusun Gunung Batu, Desa Pampangan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mendadak menggemparkan warga setempat hingga jagat maya. Tulang-belulang yang diduga kuat telah berada di lokasi selama lebih dari satu tahun itu pertama kali ditemukan oleh warga pencari lebah madu yang tak sengaja menyusuri kawasan hutan.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial pada Rabu (28/10/2026), terlihat jelas potongan kerangka tubuh manusia, mulai dari bagian tengkorak, tulang paha, hingga tulang tangan, berserakan di atas tanah. Tak hanya tulang, di sekitar lokasi penemuan juga didapati sehelai pakaian yang mencuri perhatian karena terdapat tulisan bernuansa Islami.
“Ini tulang tangan. Tulang paha, kepala juga ada. Ini manusia, ini kepalanya,” ujar seorang warga dalam rekaman video.
Menyadari temuan tersebut berpotensi menjadi teka-teki hilangnya seseorang, warga yang merekam video pun sempat menyampaikan seruan terbuka kepada publik.
“Siapa yang merasa kehilangan keluarga, harap datang untuk mengurus jenazah ini.” Ucap salah seorang warga.
Dilansir PrioritasTv.com, Tim Inafis Polres Pesawaran bersama Unit Intelkam Polsek Gedong Tataan, Polisi Kehutanan wilayah Resort Kedondong UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman, serta dibantu warga setempat, langsung bergerak menuju titik koordinat di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Register XIX.
Proses evakuasi yang dramatis dan penuh kehati-hatian itu akhirnya merampungkan pemindahan seluruh kerangka pada Rabu (28/10/2026) malam. Guna mengungkap tabir misteri di balik identitas korban, jasad tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi mendalam.
Kasat Reskrim Polres Pesawaran, Iptu Apri Yudi, saat dikonfirmasi pada Kamis (29/10/2026), membenarkan proses evakuasi dan langkah investigasi lanjutan yang sedang ditempuh korps Bhayangkara.
“Kerangka sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” tegas Apri Yudi.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa pemeriksaan forensik memegang peranan vital untuk menguak identitas korban yang tersisa. Selain autopsi fisik, tim medis dan penyidik juga akan mengambil sampel Deoxyribonucleic Acid (DNA) dari kerangka tersebut guna dicocokkan dengan pihak keluarga yang merasa kehilangan.
Sebagai langkah komprehensif, jajaran Satreskrim Polres Pesawaran tidak hanya bergantung pada hasil forensik, tetapi juga aktif menyisir database kepolisian terkait laporan orang hilang. Penelusuran ini difokuskan pada rentang waktu satu hingga dua tahun ke belakang.
“Kami akan menelusuri laporan orang hilang dalam rentang waktu satu hingga dua tahun terakhir, termasuk melalui polsek-polsek jajaran,” pungkasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik dari RS Bhayangkara. Bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rentang waktu tersebut, diimbau untuk segera melapor ke Mapolres Pesawaran guna membantu mempercepat pengungkapan identitas kerangka misterius ini. (Red).













