Bandar Lampung- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pentingnya penguatan modal sosial berbasis nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam helatan akbar “Bandar Lampung Berselawat” yang menghadirkan ulama kharismatik Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan ribu jemaah dari berbagai penjuru daerah ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan spiritualitas umat, tetapi juga momentum strategis untuk merajut kerukunan, memperkokoh persaudaraan (ukhuwah), serta menyatukan visi kolektif demi kemajuan Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengungkapkan rasa syukur atas kembalinya Habib Syech ke Bandar Lampung setelah kali terakhir hadir pada tahun 2017. Ia menilai, antusiasme masyarakat yang memadati Lapangan Saburai meliputi wilayah Bandar Lampung, Lampung Selatan, Kota Metro, Lampung Tengah, hingga Lampung Timur mencerminkan tingginya kesadaran kolektif untuk menjaga kedamaian daerah.
Bandar Lampung, sebagai representasi wilayah perkotaan yang majemuk, hidup dari denyut kerukunan antarsuku dan agama. Kondisi harmonis ini, menurut Gubernur, merupakan fondasi esensial yang tidak boleh tergerus oleh dinamika sosial apa pun.
“Mari kita berselawat dan berdoa agar Allah SWT senantiasa menjaga Bandar Lampung dan seluruh masyarakatnya dari segala marabayaha… Semoga anak-anak muda kita tumbuh menjadi generasi yang saleh, serta segala bencana yang melanda negeri ini segera diangkat,” ujar Gubernur Mirza di hadapan ribuan jemaah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang turut hadir dalam kesempatan itu menggarisbawahi posisi strategis Provinsi Lampung sebagai sebuah “miniatur Indonesia.” Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara damai di Sai Bumi Ruwa Jurai adalah kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Provinsi Lampung adalah miniatur Indonesia. Semua suku ada di sini dan hidup berdampingan. Kegiatan berselawat ini tidak mungkin terlaksana tanpa persaudaraan dan kedamaian,” ucap Ahmad Muzani. Ia menambahkan bahwa persatuan yang kokoh akan memastikan tidak ada persoalan daerah maupun nasional yang tidak dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Lebih lanjut, Gubernur Mirza menaruh perhatian khusus pada sektor pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya peran strategis para santri dan generasi muda. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik dan infrastruktur harus berjalan secara simultan dengan pembangunan moral serta integritas masyarakat.
Generasi muda Lampung didorong untuk tidak sekadar memiliki kecakapan akademis dan keterampilan teknis (hard skills), melainkan juga dibekali dengan landasan moral yang kuat, kepedulian sosial, serta integritas tinggi. Perpaduan antara kecerdasan intelektual dan keluhuran akhlak dinilai sebagai kunci utama untuk menjawab tantangan masa depan serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Rangkaian acara keagamaan ini sendiri diawali dengan pembacaan istigfar secara berjemaah, yang kemudian dilanjutkan dengan lantunan syair legendaris Tanpo Waton karya yang lekat dengan pemikiran Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Syair tersebut merefleksikan esensi keberagamaan yang subtansial: bahwa kesalehan sejati tidak berhenti pada ritual ibadah semata, melainkan harus mengejawantah dalam bentuk kerendahan hati, etika sosial, serta sikap tidak mudah menghakimi sesama.
Helatan akbar ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi negara dan daerah, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua DPRD Provinsi Lampung, unsur Forkopimda Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, serta Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan sinergi lintas sektoral yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, legislatif, dan elemen masyarakat. Melalui momentum Bandar Lampung Berselawat, Pemerintah Provinsi Lampung optimis bahwa nilai-nilai religius, toleransi, dan gotong royong akan semakin mengakar kuat, sekaligus menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan Lampung yang maju, sejahtera, damai, dan berkeadaban. (Sandi Putra/ Red)













