LAMPUNG UTARA, studio2news – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) bergerak cepat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban. Petugas menyisir sejumlah kandang peternak dan lapak penjualan, di antaranya di kawasan Kelapa Tujuh dan Wonogiri pada Kamis (21/5/2026).
Pemeriksaan intensif ini sengaja digelar untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi prima, sehat, dan memenuhi syariat Islam.
Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa kondisi fisik ternak secara detail, mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga pemantauan usia hewan. Petugas juga memastikan hewan kurban telah memenuhi batas umur minimal yang disyaratkan melalui pemeriksaan struktur gigi (telah berganti gigi/powel).
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Insono J, mengungkapkan bahwa pihak dinas menerjunkan seluruh dokter hewan yang ada di Lampung Utara untuk menyukseskan agenda ini.
“Kegiatan ini untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat benar-benar sehat. Dengan begitu, daging yang nantinya dibagikan bisa memenuhi standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujar Insono usai memimpin pemeriksaan.
Insono menjelaskan, posko pemeriksaan keliling ini dijadwalkan berlangsung sejak 20 Mei hingga 21 Mei 2026 dengan menyasar lapak-lapak penjualan musiman serta kandang-kandang peternak lokal.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, tim di lapangan belum menemukan adanya hewan kurban yang terindikasi mengidap penyakit menular atau dalam kondisi cacat. Kendati demikian, Dinas Perkebunan dan Peternakan tetap mengimbau para pedagang, terutama yang mendatangkan hewan ternak dari luar daerah, untuk tetap waspada.
“Kami meminta kepada para peternak maupun pedagang, khususnya yang mengambil hewan dari luar kabupaten, agar segera menghubungi dokter hewan setempat untuk dilakukan pemeriksaan berkala,” tegasnya.
Di sisi lain, momen menjelang Idul Adha tahun ini tampaknya membawa cerita berbeda bagi para pedagang musiman. Salah seorang pedagang hewan kurban di kawasan Wonogiri, Sukirno, mengaku volume penjualan tahun ini merosot tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
“Kalau tahun lalu pada H-sekian saya sudah bisa jual sekitar 30 ekor kambing. Tapi sekarang baru laku sekitar 10 ekor saja,” keluh Sukirno.
Sukirno menambahkan, untuk harga kambing yang ditawarkan di lapaknya cukup bervariasi. Harganya dipatok mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per ekor, sangat bergantung pada ukuran besar-kecilnya serta kondisi fisik si kambing. (Rido/red)













