LAMPUNG UTARA Studio2news.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dina Prawitarini belum mendapatkan laporan resmi dari Dinas Perdagangan terkait langkanya minyak goreng di pasaran.
Saat dikonfirmasi Jumat 15 Mei 2026, Dina Prawitarini justru menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan operasi pasar di pasar sentral Kotabumi.
“Ini kami sedang menggelar operasi pasar murah, dari laporan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara mendapat jatah sebanyak 350 kotak minyak untuk operasi pasar selama sebulan,”jelas Plh Asiten II Sekretariat Pemkab setempat.
Disinggung tidak lagi terlihat minyak goreng yang berbaris dengan berbagai merk dan ukuran dirak-rak minimarket atau pertokoan komoditas sembako dalam sepekan terakhir dan bahkan jika ada pun harga beli tidak lagi sesuai dengan harga aturan pasaran. Dina Prawitarini terkesan mengelak.
“Masak iya sih…., justru kami sekarang sedang gelar operasi pasar murah di pasar sentral. Nanti saya segera pertanyakan dengan Kadis Perdagangan dan melakukan langkah cepat,”terangnya lagi singkat.
Diberitakan sebelumnya, Upaya Pemerintah dalam menekan inflasi harga bahan pokok, khususnya minyak goreng, tampaknya belum membuahkan hasil signifikan.
Kondisi di lapangan justru menunjukkan tren sebaliknya dimana harga minyak goreng di pasar tradisional wilayah Lampung Utara kian melambung tinggi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Padahal, baru-baru ini Pemerintah Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemkab Lampung Utara dan Perum Bulog telah menggelar Operasi Pasar Minyakita secara serentak. Namun, pasca-kegiatan tersebut, harga di tingkat pedagang justru merangkak naik dan stok mulai sulit didapat, kenaikan ini memicu keluhan dari masyarakat. (Red)













