JAKARTA, Studio2News – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan perlunya sinergi konkret antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelesaikan permasalahan infrastruktur.
Dalam kunjungannya ke Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026), Gibran meminta masyarakat dan seluruh tingkatan pemerintah tidak lagi saling menyalahkan terkait kondisi jalan yang rusak.
Gibran mengakui adanya keterbatasan anggaran di daerah. Oleh karena itu, pemerintah pusat siap turun tangan melakukan kolaborasi untuk memprioritaskan perbaikan ruas jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
“Jalan rusak masih menjadi keluhan utama setiap kali saya berkunjung ke Lampung. Aspirasi terkait infrastruktur dan nasib petani singkong ini akan segera saya bawa ke pemerintah pusat untuk dicarikan solusi nyata,” tegas Gibran di hadapan warga.
Selain meninjau infrastruktur, kunjungan Gibran menjadi ajang dialog krusial terkait nasib petani singkong. Para petani mendesak pemerintah menetapkan harga dasar minimal di atas Rp2.500 per kilogram agar usaha tani mereka tetap berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam. Pihaknya sedang merancang skema perlindungan konkret melalui beberapa kebijakan strategis yakni menyiapkan kebijakan pembatasan impor ubi kayu dan produk turunannya, penetapan harga acuan yang lebih berkeadilan dan menjamin keadilan di tingkat petani dengan standarisasi alat ukur dan timbangan. (Red)













