Lampung Selatan- Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik berupa erupsi pada Senin (24/8/2026) siang. Otoritas keamanan dan vulkanologi memperingatkan masyarakat serta wisatawan untuk memperketat kewaspadaan dan mematuhi batas aman pergerakan.
Erupsi tercatat terjadi tepat pada pukul 11.54 WIB. Petugas mencatat tinggi kolom abu abu-kehitaman berintensitas tebal mencapai sekitar 350 meter di atas puncak—atau 507 meter di atas permukaan laut—dengan sebaran asap condong meluncur ke arah utara dan barat laut. Rekaman seismogram dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menunjukkan erupsi memiliki amplitudo maksimum 68 milimeter dan durasi sekitar 29 detik. Saat ini, status aktivitas gunung berapi tersebut tetap bertahan pada Level III (Siaga).
Menanggapi erupsi ini, Kapolsek Kalianda AKP Sulyadi menegaskan pentingnya menaati rekomendasi keselamatan resmi yang diterbitkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
- Zona Terlarang: Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras memasuki kawasan atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
- Respon Terukur: Warga dan pelaku pariwisata bahari imbau tidak mengambil risiko di perairan sekitar Selat Sunda serta mematuhi arahan langsung petugas lapangan.
- Klarifikasi Informasi: Publik diminta mengabaikan rumor dan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) terkait aktivitas vulkanik. Seluruh perkembangan informasi harus mengacu pada rilis resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) / KESDM.
AKP Sulyadi menambahkan bahwa pengawasan di wilayah hukum pesisir Kalianda dan sekitarnya terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi. Kesadaran untuk menjauhi kawasan berbahaya menjadi faktor utama dalam meminimalkan potensi risiko keselamatan warga maupun pengunjung. (Wawan/ Red)











