JAKARTA, Studio2News – Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berduka. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut telah mencapai 71 orang. Sementara itu, gelombang pengungsian terus membludak, dengan 59.647 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka yang hancur.
Di tengah duka mendalam dan kondisi darurat yang mencekam, harapan mulai berdatangan dari laut. TNI Angkatan Darat (TNI AD) secara resmi memberangkatkan kapal rumah sakit ADRI XC II BM, Rabu (19/8/2026), membawa logistik vital untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak di NTT.
Pengerahan armada ini bukan sekadar bantuan biasa. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan, penanganan bencana ini membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat.
“Kita harus punya napas panjang. Kalau hanya ‘one hit’ kirim selesai, saya kira penderitaan saudara-saudara kita akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan. Kami akan terus mengevaluasi kondisi dua hingga tiga bulan ke depan dan menyesuaikan dukungan berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ujar Maruli dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Kapal ADRI XC II BM merupakan fasilitas kesehatan canggih milik TNI AD yang dilengkapi dengan kamar operasi dan berbagai peralatan medis mutakhir. Kapal ini diberangkatkan bersama tim personel kesehatan penuh untuk memberikan layanan medis langsung, mulai dari pemeriksaan, tindakan darurat, hingga operasi bagi pasien yang membutuhkan. Evakuasi medis juga menjadi prioritas utama armada ini.
Selain layanan kesehatan, TNI AD juga memfokuskan pada penyediaan sumber air bersih yang berkelanjutan, yang menjadi kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian.
Bantuan logistik yang diangkut kapal ini mencakup, Fasilitas Medis & Logistik terdiri daru dua unit ambulans, 900 set velbed, 30 set tenda SG Type 1, dan 100 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter, 50 drum BBM Pertalite dan 35 drum Solar, 20 ton beras, 163 koli ransum TNI, 5.000 boks Naraga, 1.000 karton air mineral, 1.000 botol minyak goreng, mi instan, susu, bubur bayi, serta perlengkapan sandang seperti pembalut, pampers, dan pakaian layak pakai.
Tidak hanya ADRI XC II BM, TNI Angkatan Laut (TNI AL) juga memobilisasi kekuatan penuh. Sebanyak 5 unsur Kapal Republik Indonesia (KRI) dan 2 helikopter dikerahkan untuk mempercepat evakuasi dan memastikan jalur distribusi logistik lintas pulau tetap lancar.
KRI dr. Soeharso-990 telah bergerak menuju Reo Manggarai, mengangkut 217 personel gabungan (Korps Marinir dan Puskesal), alat berat (Dozer, Excavator, Dump Truck, Truk Tangki Air), tenda rumah sakit lapangan, serta puluhan ton bantuan.
Sementara itu, KRI HIU-634 menuju P. Riung untuk menyalurkan bantuan sinergi dengan berbagai pihak, dan KRI Bung Hatta-370 bersiaga di Dermaga Reo Manggarai sebagai tumpuan logistik kawasan. Unsur KRI lainnya, seperti KRI Teluk Parigi-539 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532, tengah dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta untuk mengangkut belasan truk BNPB dan 22 ton bahan kontak tahap selanjutnya.
Dari udara, Puspenerbal memaksimalkan penerbangan pendorongan logistik (Dorlog) menggunakan helikopter Bell 412, yang telah mendistribusikan 400 kg bahan pangan pokok pada rute Labuan Bajo – Ende – Reo. (Red).













