Dari Tenaga Honorer hingga Pimpin SMAN 3 Kotabumi, Kepemimpinan Sang Doktor, Mengawal Integritas dan Prestasi Sekolah Unggulan

​Perjalanan hidup terkadang menempuh lorong waktu yang panjang dan penuh liku sebelum akhirnya takdir menempatkan seseorang di kursi kepemimpinan yang strategis. Itulah sepenggal kisah nyata yang melekat pada diri DR. (CAN) Bambang Nopriadi, S. Pd., M.M.

​Mengawali pengabdiannya sebagai tenaga honorer sejak tahun 2000, ia merangkak dari bawah dengan penuh ketekunan. Dedikasi tanpa kenal lelah itu membawanya dipercaya memimpin SMA Bhayangkari pada tahun 2018. Puncaknya, pada tahun 2026, Gubernur Lampung bersama Kepala Dinas Pendidikan memberikan amanah besar kepadanya untuk mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN 3 Kotabumi salah satu sekolah unggulan paling diperhitungkan di Provinsi Lampung dengan jumlah siswa mencapai 1.179 orang.

​Menakhodai institusi sebesar SMAN 3 Kotabumi bukanlah perkara mudah. Sejak hari pertama menginjakkan kaki di gerbang sekolah, Bambang membawa misi besar,  melanjutkan serta mengimplementasikan visi dan misi sekolah agar terus menjadi mercusuar pendidikan di Lampung Utara.

​Fokus utamanya tertuju pada tiga pilar utama:

  1. ​Peningkatan SDM: Menggenjot kompetensi dan profesionalisme tenaga pengajar.
  2. Optimalisasi Sarana Prasarana: Memperbaiki dan memperbarui fasilitas sekolah demi kenyamanan proses belajar-mengajar.
  3. ​Pencetakan Generasi Disiplin: Membentuk karakter siswa yang tangguh, taat aturan, dan berakhlak mulia.

​Menghadapi dinamika di lingkungan sekolah raksasa dengan ribuan siswa dan puluhan guru tentu mengundang pro dan kontra. Namun, Bambang dikenal sebagai sosok pemimpin yang berjiwa besar dan tidak anti kritik. Baginya, masukan adalah vitamin untuk evaluasi dan kemajuan institusi.

​Dalam menegakkan aturan, ia menerapkan prinsip kepemimpinan melayani dari bawah serta tidak pandang bulu. Ketegasan ini berlaku adil, termasuk dalam mengevaluasi guru-guru yang kedapatan tidak disiplin. Meski demikian, ia percaya bahwa ketegasan harus dibarengi dengan apresiasi. Setiap bulan, ia konsisten memberikan reward (penghargaan) kepada guru-guru yang paling disiplin, tidak pernah meninggalkan jam pelajaran, serta kepada siswa berprestasi demi memicu semangat belajar bersama.

​Konsistensi ini tercermin nyata dari kebiasaannya sehari-hari, datang paling awal dan pulang paling akhir. Ia memastikan seluruh ekosistem sekolah aman, tertib, dan memastikan keselamatan para siswanya sebelum ia sendiri melangkah meninggalkan gerbang sekolah.

​Salah satu terobosan paling monumental di bawah kepemimpinan Bambang adalah komitmennya yang kuat untuk mendidik siswa bermasalah dan meminimalisir perilaku menyimpang. Ia menggagas program pembinaan khusus berbasis spiritual, salah satunya program keagamaan di masjid sekolah.

​Langkah berani ini terbukti manjur, tingkat kenakalan siswa di SMAN 3 Kotabumi menurun drastis. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh para orang tua siswa yang merasa tenang menitipkan anak-anak mereka di sekolah ini.

​Kini, SMAN 3 Kotabumi secara rutin menerapkan salat Jumat berjamaah di masjid lingkungan sekolah. Di sisi lain, sebagai wujud toleransi dan keadilan sosial yang tinggi, kepemimpinan Bambang juga memberikan ruang dan fasilitas seluas-luasnya bagi siswa non-muslim untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-kelompok di lingkungan sekolah.

​Di bawah asuhan Bambang Nopriadi, SMAN 3 Kotabumi tidak hanya berfokus pada ketertiban administratif, tetapi juga menggenjot prestasi di dua bidang sekaligus, akademik dan non-akademik.

​Semangat juang civitas akademika berbuah manis dengan raihan membanggakan, di antaranya sukses mengoleksi 3 medali emas dari berbagai ajang kompetisi bergengsi. Prestasi ini semakin mengukuhkan eksistensi SMAN 3 Kotabumi sebagai kawah candradimuka pencetak generasi unggul, disiplin, dan berdaya saing tinggi di kancah regional maupun nasional.

​Perjalanan Bambang Nopriadi dari seorang tenaga honorer hingga menjadi nakhoda SMAN 3 Kotabumi adalah bukti hidup bahwa ketulusan mengabdi, kedisiplinan tanpa kompromi, dan kepemimpinan yang merangkul akan selalu menemukan jalannya untuk mengukir prestasi emas bagi dunia pendidikan. (Diq).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!