Drone Termal Dikerahkan Cari Lima Wartawan Hilang di Gunung Anak Krakatau

Banten- Kantor SAR Banten menyiagakan dua unit drone termal (pesawat nirawak sensor suhu) untuk mengoptimalkan operasi pencarian lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa penyisiran udara secara manual mengandalkan helikopter atau pesawat konvensional belum dapat dilakukan. Risiko keselamatan penerbangan masih sangat tinggi akibat paparan sebaran abu vulkanik di sekitar kawasan erupsi.

Sebagai langkah alternatif yang aman dan efektif, tim SAR memanfaatkan teknologi penginderaan jauh yang disiagakan di atas KN SAR Tetuka.

Strategi Operasi Pencarian

  • Pemanfaatan Penginderaan Termal: Drone akan diterbangkan dari atas kap kapal KN SAR Tetuka untuk memindai area Gunung Anak Krakatau. Sensor termal diandalkan untuk mendeteksi radiasi panas tubuh manusia di tengah pekatnya abu vulkanik dan medan yang sulit.
  • Waktu Pelaksanaan: Operasi penyisiran gabungan resmi dilanjutkan kembali mulai pukul 07.00 Wib dengan memprioritaskan pemetaan titik-titik rawan di area pesisir dan lereng gunung.

Penerapan teknologi nirawak ini diharapkan mampu menembus area bersuhu ekstrem sekaligus meminimalkan risiko keselamatan bagi personel pemadam dan tim penyelamat di lapangan. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!