Jember- Asmara memang kerap membuat orang gelap mata, tapi bagi ABT (30), cinta justru membuatnya mendadak “pindah profesi”. Sopir asal Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Jember ini terpaksa bertukar tempat kerja ke kantor Polisi setelah aksinya menyamar menjadi anggota Polri terbongkar.
Demi meluluhkan hati seorang wanita Aparatur Sipil Negara (ASN) idaman, ABT nekat merogoh kocek di e-commerce untuk membeli seragam Kepolisian lengkap dengan atributnya. Tak tanggung-tanggung, pria ini mengaku bertugas di Polresta Denpasar, Bali mungkin agar terkesan romantis bak perwira di Pulau Dewata.
Sayangnya, taktik rayuan berbau cosplay ini tak berjalan mulus. Warga sekitar yang melihat gerak-gerik ABT justru merasa curiga dan melaporkannya ke Satreskrim Polres Jember.
Petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya menemukan sang “Polisi Gadungan” sedang beraksi di kawasan Kecamatan Gumukmas, Jember. Kala itu, ABT tengah duduk manis di suatu sekolah, menunggu sang ASN pujaan hati keluar dari tempat kerja.
Namun, alih-alih dijemput cinta, ABT malah dijemput Polisi aslinya.
“Saat kami temui, yang bersangkutan memang mengenakan seragam Kepolisian. Namun saat kami minta KTA dan identitasnya, diketahui bahwa ia menggunakan identitas palsu dan bukan merupakan anggota Polri,” ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Iptu Andry Yunni Prasetiyo, Selasa (21/7/2026).
Lucunya, setelah diperiksa secara intensif, Polisi memastikan bahwa ABT sama sekali tidak berniat melancarkan aksi kejahatan berat seperti penipuan keuangan, pemerasan, atau pengancaman. Penyamarannya murni digerakkan oleh kompas asmara yang salah arah.
“Tujuan yang bersangkutan menggunakan seragam adalah untuk merayu seorang wanita yang didekatinya, dengan harapan bisa meraih hatinya,” tambah Andry.
Kini, jangankan mendapatkan cinta sang ASN, sang sopir justru harus berurusan dengan aparat hukum yang asli untuk mempertanggungjawabkan aksi nekatnya. (Red)













