Bandar Lampung- Peringatan kewaspadaan terhadap ancaman fenomena cuaca ekstrem El Niño kategori super atau yang dikenal dengan istilah El Niño “Godzilla” terus disuarakan oleh otoritas terkait. Fenomena ini merujuk pada kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat yang berpotensi memicu lonjakan suhu, kemarau panjang, hingga krisis air bersih dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Guna mengantisipasi dampak yang merugikan bagi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengeluarkan imbauan edukatif agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
El Niño merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah. Dalam tingkatan terkuatnya yang kerap dijuluki “Godzilla” fenomena ini menyebabkan penurunan curah hujan secara drastis di wilayah Indonesia.
Dampak utama yang perlu diwaspadai antara lain:
- Suhu udara ekstrem yang lebih panas dari rata-rata harian.
- Kekeringan berkepanjangan yang mengancam sektor pertanian dan ketahanan pangan.
- Penurunan pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
- Peningkatan risiko kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman akibat kondisi vegetasi yang sangat kering.
Polda Lampung mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam upaya mitigasi melalui langkah-langkah berikut:
- Bijak Menggunakan Air Bersih Mulai membiasakan hemat air dan menampung cadangan air untuk kebutuhan krusial harian.
- Stop Pembakaran Lahan (Zero Burning) Dilarang keras membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Praktik ini tidak hanya memicu kebakaran meluas, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum.
- Menjaga Kelestarian Lingkungan Merawat sumber air lokal, menghindari pembuangan sampah sembarangan (terutama bahan mudah terbakar seperti puntung rokok), dan menjaga vegetasi pelindung.
- Pantau Informasi Resmi Selalu memperbarui informasi perkembangan cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG, BNPB, dan BPBD setempat guna menghindari kesimpangsiuran berita (hoaks).
- Semangat Gotong Royong Saling mengingatkan antarwarga dan melapor ke pihak berwenang atau kepolisian terdekat jika menemukan titik api (hotspot) maupun ancaman kekeringan di wilayahnya.
Langkah kesiapsiagaan yang diambil sejak dini merupakan kunci utama dalam meminimalkan potensi kerugian sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Melalui semangat Polri Presisi dan sinergi lintas instansi, jajaran Kepolisian siap mendukung mitigasi bencana dan menjaga kondusifitas wilayah di tengah tantangan perubahan iklim.
Waspada, Peduli, dan Bersiap. Bersama Kita Lebih Kuat.
(Sumber : Humas Polda Lampung)













