Terangi Negeri, Pemerintah Targetkan 225.000 Rumah Tangga Nikmati Program BPBL di 2026

Jakarta Studio2News – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menunjukkan komitmennya dalam memeratakan akses energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada tahun 2026 ini, sebanyak 225.000 rumah tangga prasejahtera dipastikan akan menerima manfaat melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Prioritas utama program ini menyasar masyarakat yang berada di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendongkrak rasio elektrifikasi nasional yang telah mencapai 99,83 persen hingga kuartal I-2026.

Penerima manfaat program BPBL tidak hanya mendapatkan akses listrik, tetapi juga paket fasilitas lengkap untuk memastikan rumah mereka siap digunakan, program ini memberikan fasilitas gratis seperti, Instalasi listrik rumah dengan 3 lampu dan 1 stop kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO) instalasi, Pemasangan sambungan listrik PLN dengan daya 900 VA dan Token listrik awal senilai Rp100.000.

Berdasarkan data Kementerian ESDM per 11 Maret 2026, distribusi bantuan untuk 225.000 rumah tangga tersebut tersebar di berbagai wilayah dengan rincian sebagai berikut:

  • Pulau Jawa700 rumah tangga.
  • Pulau Sumatera700 rumah tangga.
  • Pulau Sulawesi500 rumah tangga.
  • Pulau Kalimantan200 rumah tangga.
  • Pulau Nusa Tenggara200 rumah tangga.
  • Pulau Maluku-Papua700 rumah tangga.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, penerima harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), berdomisili di wilayah 3T, serta mendapatkan validasi dari kepala desa atau lurah setempat.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kehadiran listrik merupakan hak dasar yang harus dirasakan oleh setiap anak bangsa demi masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak yang lahir di desa tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena belum ada listrik. Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses listrik,” ujar Bahlil.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas ekonomi, serta kesejahteraan hidup masyarakat secara keseluruhan. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!