Tim SAR Gabungan Perluas Radius Pencarian Penumpang KMP Batumandi Yang Hilang Di Selat Sunda

Lampung Selatan – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda, memasuki hari kedua pada Jumat (10/7/2026). Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperluas radius penyisiran menyusul kuatnya arus laut di kawasan tersebut.

Korban, yang tercatat sebagai warga Kecamatan Indihiang, diduga terjatuh dari kapal pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 01.42 Wib, tepat saat KMP Batumandi tengah memasuki alur pelayaran menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Insiden ini pertama kali teridentifikasi saat armada kapal bersiap melakukan proses sandar. Sesuai prosedur keselamatan, awak kapal mengimbau seluruh penumpang untuk kembali ke kendaraan masing-masing. Pada momen tersebut, seorang ibu melaporkan kepada pramugari kapal bahwa putrinya belum kembali ke bus yang mereka tumpangi.

Manajemen KMP Batumandi langsung merespons dengan melakukan pemanggilan nama korban melalui pengeras suara sebanyak lima kali, namun tidak mendapatkan jawaban. Pemeriksaan intensif (sweeping) di seluruh area dek kapal kemudian dilakukan oleh kru. Hasilnya, petugas menemukan sepasang sepatu dan jaket milik korban di area tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan. Temuan barang bukti tersebut memperkuat indikasi bahwa korban terjatuh ke laut, yang langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi darurat bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara mengonfirmasi titik perkiraan jatuhnya korban berada di sekitar perairan Pulau Panjurit,”Setelah menerima laporan resmi, kami segera menggerakkan personil menuju Last Known Position (LKP) untuk memulai operasi penyelamatan,” ujar Rezie.

Pada hari pertama, Kamis (9/7), operasi difokuskan di sekitar titik koordinat dugaan jatuhnya korban menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02. Operasi ini melibatkan sinergi lintas instansi, meliputi Basarnas Pos SAR Bakauheni, Satpolairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Meski sempat menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengenai indikasi objek pada koordinat 05°54.507′ LS – 105°47.185′ BT pada pukul 14.50 WIB, hasil penyisiran di lokasi tersebut masih nihil. Operasi hari pertama dihentikan sementara pada pukul 17.20 WIB karena kendala visibilitas.

Memasuki hari kedua, Jumat (10/7), strategi pencarian diubah berdasarkan evaluasi hidrografis dan pemetaan prediksi arus laut. Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, IPTU Panpan Hermayadi, menjelaskan bahwa area pencarian kini diperluas mencakup perairan Pulau Panjurit, Pulau Rimau, jalur utama penyeberangan Selat Sunda, hingga penyisiran di sepanjang garis pantai terdekat.

“Karakteristik arus laut di Selat Sunda sangat dinamis dan kuat, yang menjadi tantangan utama di lapangan karena mempercepat pergeseran objek. Selain penyisiran fisik, kami juga menerbitkan maklumat pelayaran kepada kapal-kapal komersial yang melintas di jalur tersebut untuk ikut melakukan pemantauan visual,” jelas IPTU Panpan.

Secara paralel, otoritas berwenang saat ini tengah melakukan investigasi lanjutan dengan mengumpulkan keterangan dari nakhoda, kru KMP Batumandi, serta para saksi guna merekonstruksi kronologi kejadian secara presisi. Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR gabungan masih berlangsung ketat di bawah pengawasan Basarnas. (Wawan/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!