LAMPUNG UTARA, studio2news – Upaya normalisasi Bendungan Way Rarem yang terletak di Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara, terus digencarkan. Kodam XXI/Radin Inten (Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten) dan Kodim 0412 Lampung Utara bekerja sama dengan berbagai pihak melakukan pembersihan gulma eceng gondok yang selama ini mengganggu ekosistem dan menurunkan efektivitas tampungan air waduk. Selasa (2/6/2026).
Dandim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman, menjelaskan bahwa operasi pembersihan ini melibatkan total 70 personel TNI yang merupakan gabungan dari jajaran Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten dan Kodim 0412 Lampung Utara.
“Kami berkomitmen penuh untuk mengembalikan fungsi optimal Bendungan Way Rarem. Operasi ini tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga didukung oleh peralatan berat yang mumpuni agar pembersihan dapat dilakukan secara masif dan efektif,” ujar Letkol Inf Roni Faturohman.
Untuk mempercepat proses pembersihan gulma, operasional di lapangan didukung oleh alat berat khusus, yakni, 2 unit Excavator Amphibi (untuk menjangkau area air), 1 unit Excavator Long Arm (untuk jangkauan pengerukan lebih luas),2 unit Dump Truck (untuk pengangkutan sisa gulma) dan 1 unit Harvester (mesin pemanen gulma air).
Pengerjaan ini melibatkan tim teknis profesional yang terbagi dalam beberapa pos tugas, di antaranya 3 operator utama dengan 6 pembantu operator, 2 sopir dump truck dengan 4 pembantu, serta 1 sopir harvester yang didampingi 2 pembantu. Selain itu, terdapat 40 pekerja lapangan yang bersiaga setiap hari.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Warga setempat turut bahu-membahu setiap harinya bersama aparat TNI untuk memastikan area bendungan kembali bersih dan produktif.
Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Way Rarem, Supriyadi, menyambut baik langkah sinergis ini. Ia menjelaskan bahwa keberadaan eceng gondok yang terlalu lebat telah menjadi kendala serius bagi operasional waduk.
“Pembersihan eceng gondok ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk normalisasi genangan waduk serta meningkatkan kembali debit air. Jika gulma ini dibiarkan, akan terjadi pendangkalan dan penurunan kualitas tampungan air yang berimbas pada pasokan air irigasi bagi lahan pertanian di sekitar,” jelas Supriyadi.
Diharapkan dengan normalisasi ini, Bendungan Way Rarem dapat kembali beroperasi secara maksimal, baik dalam pemenuhan kebutuhan air irigasi masyarakat maupun dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di wilayah Abung Pekurun. (Red).













