Kabar Duka dari Tanah Suci, Kembali Satu Jemaah Haji Lansia Asal Lampung Utara Wafat di Makkah

Makkah – Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 jika sebelumnya M. Sugiarti Karta Pawira warga jalan Sukarno Hatta, Tanjung Harapan Kotabumi Selatan, Lampung Utara dikabarkan meninggal dunia di Makkah pada Sabtu (16/5/2026) dini hari pukul 01.30 Waktu Arab Saudi (WAS) lalu. Kali ini, kembali salah satu jemaah haji asal Lampung Utara dikabarkan meninggal dunia yakni, Sutriyah Sanusi Tayem Binti Sanusi (86), dilaporkan wafat di Rumah Sakit Al Noor, Arab Saudi, pada Senin, 1 Juni 2026, pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lampung Utara, Feryza Agung menjelaskan almarhumah merupakan jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) JKG 15,”Berdasarkan domisili, Ibu Sutriyah tercatat sebagai warga Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara. Beliau berangkat ke Tanah Suci tahun ini sebagai bagian dari jemaah prioritas lanjut usia (lansia) dengan didampingi oleh pihak keluarga,”jelas Feryza Agung via ponsel Selasa 2 Juni 2026

Berdasarkan data medis dan laporan berkala tim kesehatan di lapangan, lanjutnya kondisi kesehatan almarhumah sempat dipantau ketat sejak satu hari sebelum dinyatakan wafat Minggu, 31 Mei 2026 (18.00 WAS) almarhumah mengeluhkan gejala batuk,” Tim medis kloter langsung melakukan visitasi dan pemeriksaan fisik dengan hasil tekanan darah tercatat 140/90 mmHg. Selanjutnya pada Senin, 1 Juni 2026 (08.20 WAS) almarhumah masih dalam kondisi sadar dan berkomunikasi dengan baik.  Pukul 08.25 WAS almarhumah meminta izin untuk buang air kecil. Namun, saat dipapah oleh pihak keluarga menuju kamar mandi, beliau tiba-tiba kehilangan kesadaran (pingsan). Tim medis melakukan tindakan darurat (08.30 – 08.31 WAS) pihak keluarga segera menghubungi petugas kesehatan. Saat diperiksa, nadi dan napas almarhumah teraba sangat lemah, dengan kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) berada di angka 198 mg/dl. Tim medis langsung mengambil tindakan cepat berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP), pemberian oksigen, pemasangan infus, serta injeksi adrenalin sembari menyiapkan proses rujukan darurat,”terangnya

Kembali diuraikannya, almarhum dirujuk ke RS Al Noor (09.00 – 09.30 WAS) dan  setiba di Rumah Sakit Al Noor Makkah dan langsung mendapatkan penanganan RJP lanjutan di ruang instalasi darurat,”Kendati upaya maksimal telah dilakukan oleh tim dokter, Ibu Sutriyah dinyatakan meninggal dunia secara medis pada pukul 09.30 WAS,”urai Agung

Wafatnya Ibu Sutriyah membawa kesedihan mendalam bagi para petugas dan jemaah se-kloter, serta seluruh elemen yang bertugas dalam penyelenggaraan ibadah haji,”Semoga segala ketulusan niat ibadah haji almarhumah dicatat sebagai pahala yang sempurna di sisi-Nya,”tukasnya  (Riski/ red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!