Jakarta– Suasana haru menyelimuti rumah duka Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu di kawasan Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejak Minggu malam, pelayat dari berbagai kalangan terus berdatangan memberikan penghormatan terakhir. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema, mengiringi jenazah almarhum yang disemayamkan dan disalatkan dengan khidmat.
Sejumlah tokoh dan pejabat Negara tampak hadir dengan guratan duka yang mendalam di wajah mereka untuk memberikan penghormatan kepada sang senior tampak pesan duka terpancar mengisaratkan rasa kehilangan yang teramat besar atas kepergian sosok yang selama ini dikenal memiliki loyalitas tanpa batas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi pemakaman ini tidak hanya menjadi upacara Kenegaraan biasa, melainkan suatu momen perpisahan yang sarat akan ikatan emosional. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak KSP, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Bagi Presiden Prabowo, Ryamizard Ryacudu bukan sekadar rekan sejawat. Keduanya adalah karib yang tumbuh bersama di kawah candradimuka militer, berbagi peluh dan mimpi yang sama dalam satu angkatan semasa aktif di TNI. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi simbol penghormatan tertinggi seorang Kepala Negara sekaligus pelukan perpisahan dari seorang sahabat seperjuangan yang kini harus melepas sang mitra menghadap Sang Pencipta.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi, pengorbanan, dan jasa-jasa luar biasanya bagi bumi pertiwi, direncanakan Kementerian Pertahanan akan menyelenggarakan upacara pemakaman militer secara resmi.
Meskipun rumah duka berada di Cikeas, jasad sang jenderal akan dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Di sana, di antara barisan para pahlawan Bangsa, Jenderal Ryamizard Ryacudu akan diletakkan ke dalam pelukan bumi yang selama hidupnya ia bela dengan jiwa dan raga.
Selamat jalan, Jenderal. Selamat menunaikan tugas dedikasimu abadi, dan namamu akan tetap harum dalam lembaran sejarah Bangsa ini. Merah Putih berkibar setengah tiang untukmu. (Red)













