337 Warga Lampung Selatan Terjangkit ISPA, Pemkab Siagakan Obat dan Masker

Lampung Selatan- Pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan mencatat adanya lonjakan kasus gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Dampak paparan abu vulkanik masih membayangi warga, meski intensitas sebarannya dilaporkan mulai mereda.

Berdasarkan data Dinkes Lampung Selatan, terhitung sebanyak 337 warga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain gangguan pernapasan, petugas medis di lapangan juga menangani 20 kasus iritasi mata serta 16 kasus iritasi kulit atau gatal-gatal yang dialami warga di beberapa kecamatan terdekat.

Kondisi ini membuat sejumlah warga terus mendatangi Puskesmas setempat untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan lanjutan. Keluhan utama yang dirasakan mayoritas pasien adalah sesak napas, batuk, dan iritasi fisik akibat paparan partikel halus abu vulkanik.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa Pemerintah daerah bergerak cepat mengantisipasi dampak kesehatan masyarakat dengan mengoptimalkan pemantauan serta pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan stok masker dan obat-obatan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami mengimbau warga yang mulai merasakan keluhan kesehatan untuk segera mendatangi Puskesmas atau posko kesehatan terdekat,” ujar Radityo.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya residu abu vulkanik yang masih tersisa di udara. Warga diimbau tetap mengenakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. (Wawan/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!