Bandar Lampung- Ratusan massa yang tergabung dalam Komunitas Lampung Peduli Umat menggelar aksi turun ke jalan untuk mendesak penguatan benteng moralitas dan perlindungan terhadap generasi muda serta penolakan terhadap keberadaan dan penyebaran gerakan LGBT di Provinsi Lampung. Minggu (23/8/2026).
Aksi yang dipusatkan di Tugu Adipura ini diawali dengan long march dari Masjid Taqwa. Dalam orasinya, para orator menekankan bahwa penyebaran paham LGBT telah menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga, nilai keagamaan, serta masa depan generasi penerus di Lampung. Pergerakan massa ini menggarisbawahi urgensi peran aktif masyarakat dan Pemerintah dalam membendung isu sosial yang dianggap merusak norma ketimuran tersebut.
Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan ketertiban publik, Polresta Bandar Lampung menerjunkan 305 personel dan petugas lalu lintas di titik-titik krusial.
Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati menegaskan pihak Kepolisian mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam menjaga situasi kamtibmas agar tidak ada pihak yang memicu provokasi.
“Personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Kami mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa memicu gangguan ketertiban umum,” ujar Agustina.
Langkah pengamanan ketat ini mencakup pengawalan rute pergerakan massa, rekayasa arus lalu lintas di pusat kota, hingga imbauan kepada pengguna jalan untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan di kawasan Tugu Adipura. (Sandi Putra/ Red)













