Lampung Utara – Program inovasi layanan kesehatan “Puskesmas Mider” yang diinisiasi Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis terus menunjukkan kinerja positif. Program jemput bola ini berjalan konsisten melalui jadwal kunjungan mingguan yang disusun secara bergilir oleh masing-masing Puskesmas.
Puskesmas Mider, yang berarti “Puskesmas Keliling” dalam bahasa Daerah, dihadirkan untuk mendekatkan akses layanan medis kepada masyarakat, terutama di wilayah pelosok yang jauh dari fasilitas kesehatan .
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr Maya Natalia Manan menegaskan bahwa mobilitas tim medis ke desa-desa tidak mengganggu pelayanan di puskesmas induk. “Setiap Kepala Puskesmas telah menyusun strategi pembagian tugas secara terukur sehingga layanan dalam dan luar gedung dapat berjalan selaras tanpa saling mengganggu,” ujar Maya, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Maya, jadwal kunjungan disusun berbeda setiap pekan guna memastikan seluruh desa di wilayah kerja masing-masing Puskesmas mendapat layanan secara merata. “Cakupan layanannya mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, Posyandu Lansia, imunisasi, hingga promosi kesehatan atau promkes,” jelasnya.
Sejak diluncurkan, program ini mendapat sambutan antusias dari warga. Tiga manfaat utama yang langsung dirasakan masyarakat adalah kemudahan Akses lansia dan warga dengan keterbatasan mobilitas dapat memeriksakan kesehatan tanpa harus bepergian jauh, deteksi dini penyaki dengan Skrining rutin tekanan darah dan gula darah tersedia secara gratis di dekat rumah, konsultasi langsung terbukanya ruang dialog antara tenaga medis dan warga mengenai pola hidup sehat,“Dengan konsistensi pelaksanaan program ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap angka kesakitan dapat terus ditekan dan derajat kesehatan masyarakat meningkat secara merata hingga ke tingkat desa,” tegas Maya.
Untuk diketahui, Puskesmas Mider merupakan program unggulan Pemkab Lampung Utara berupa fasilitas kesehatan bergerak yang menjangkau desa-desa terpencil. Layanan utamanya meliputi pengobatan dasar dan konsultasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil, imunisasi balita, deteksi dini penyakit menular dan tidak menular, pemeriksaan laboratorium sederhana, serta verifikasi status kepesertaan BPJS Kesehatan. (Yogi/Red)













