Sistem Ferizy Lumpuh Total, Ratusan Kendaraan Terjebak Berjam-jam Di Pelabuhan Bakauheni

Lampung Selatan– Layanan pemesanan tiket penyeberangan digital milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ferizy, mengalami gangguan sistem skala Nasional kemarin. Kelumpuhan total pada akses situs web, aplikasi, hingga proses check-in ini memicu kekacauan di area pelabuhan, menyebabkan ratusan truk logistik dan mobil pribadi telantar hingga berjam-jam.

Gangguan ini memukul telak sektor logistik yang bergantung pada ketepatan waktu distribusi. Dodi, seorang sopir truk angkutan, mengaku terjebak di pelabuhan selama lebih dari tiga jam tanpa kepastian. Keterlambatan ini mengancam pendapatan hariannya akibat molornya jadwal pengiriman barang.

Dampak finansial juga langsung dirasakan oleh Tambunan, sopir logistik lainnya yang tertahan lebih dari dua jam. Selain waktu operasional yang terbuang, ia terpaksa merogoh kocek ekstra di atas Rp50.000 hanya untuk biaya makan tambahan selama mengantre. Sementara itu, Alvian, sopir asal Jakarta yang membawa muatan dari Sumatera, mengaku berada di bawah tekanan besar setelah terus-menerus didesak oleh pihak manajemen kantornya karena keterlambatan luar biasa ini.

Kelumpuhan sistem tidak hanya merugikan arus logistik, tetapi juga melumpuhkan mobilitas pengguna kendaraan pribadi. Djaelani, seorang pengguna jasa asal Aceh yang hendak menuju Jakarta, mengaku terkatung-katung di pelabuhan sejak pukul 15.00 Wib. Menurutnya, situasi di lapangan diperparah oleh minimnya informasi dan sosialisasi dari petugas pelabuhan terkait estimasi perbaikan sistem.

Keluhan senada datang dari Acu, bagian dari rombongan asal Palembang menuju Bogor. Setelah tertahan lebih dari satu jam tanpa kejelasan, ia menyayangkan lambatnya komunikasi dan penanganan taktis dari pihak pengelola di lapangan saat situasi darurat terjadi.

Merespons krisis layanan ini, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan permohonan maaf resmi atas ketidaknyamanan masif yang dialami para pengguna jasa. Sebagai langkah mitigasi, ASDP langsung mengaktifkan contingency plan (rencana darurat) di seluruh titik pelabuhan yang terdampak.

“Pembelian tiket saat ini dialihkan langsung di pelabuhan (go show) menggunakan metode pembayaran non-tunai (cashless). Proses penerbitan tiket dan pelayanan manifes dilaksanakan secara manual sesuai prosedur operasional standar hingga layanan digital kembali normal,” ujar Windy.

Untuk mengurai penumpukan kendaraan yang terus mengular, seluruh jajaran operasional ASDP diinstruksikan turun ke lapangan guna memperkuat pelayanan, memberikan pendampingan langsung kepada penumpang, serta menjaga keamanan jalur penyeberangan. Di saat yang sama, tim teknis ASDP tengah melakukan perbaikan intensif pada server Ferizy untuk mempercepat pemulihan sistem. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!