Tanggamus- Puluhan warga Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, mengalami keracunan massal yang diduga kuat bersumber dari bubur sumsum yang dijajakan oleh pedagang keliling.
Insiden ini berdampak pada sedikitnya 55 warga dengan rentang usia belasan hingga 66 tahun. Para korban mengeluhkan gejala klinis serupa, mulai dari pusing, demam, muntah-muntah, hingga diare berat. Akibat kondisi tersebut, enam korban di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Siring Betik untuk menjalani perawatan medis intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Hernov mengonfirmasi bahwa tim medis langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan untuk melakukan penanganan darurat, pendataan korban, serta penyelidikan epidemiologi guna mengidentifikasi sumber penularan.
“Sampel bubur sumsum yang dikonsumsi warga telah kami amankan dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung untuk memastikan zat atau mikroorganisme yang menyebabkan keracunan,” ujar dr. Hernov, Rabu (22/7/2026).
Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi menjelaskan bahwa lonjakan kasus terjadi secara bertahap dan sempat memicu kepanikan warga.
“Sekitar sembilan warga mendatangi bidan Desa setempat dengan keluhan diare ringan yang semula dikira gangguan pencernaan biasa, akhirnya pada malam hari jumlah warga yang mengeluhkan gejala serupa melonjak hingga 29 orang. Total korban terus bertambah hingga melampaui 50 orang,”terang Sukadi
Tingginya jumlah pembeli ditengarai karena kondisi cuaca yang cukup terik, sehingga warga tergiur mengonsumsi hidangan tersebut. Salah seorang korban mengaku mulai merasakan gejala pusing, muntah, dan diare pada malam hari setelah mengonsumsi bubur sumsum di siang harinya.
Sukadi menambahkan bahwa pedagang bubur sumsum tersebut sebenarnya telah berjualan selama lebih dari 10 tahun di wilayah tersebut dan tidak pernah mengalami insiden serupa sebelumnya. Bahkan, istri dari pedagang itu sendiri turut menjadi korban keracunan dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun lebih waspada dalam memilih serta mengonsumsi makanan olahan, sembari menunggu hasil pemeriksaan resmi sampel makanan dari Labkesda Lampung. (Red)













