Studio2- Air es sering kali menjadi pilihan favorit untuk melepas dahaga, terutama di tengah cuaca panas atau setelah beraktivitas fisik. Namun, di balik kesegarannya, konsumsi air es kerap diliputi oleh berbagai mitos di tengah masyarakat mulai dari anggapan bisa menyebabkan perut buncit, mengganggu siklus menstruasi, hingga memicu kista pada wanita.
Padahal, secara medis, air es dan air biasa memiliki esensi yang sama bagi tubuh. Begitu masuk ke dalam sistem pencernaan, suhu air es akan secara otomatis disesuaikan oleh tubuh menjadi sejalan dengan suhu internal tubuh.
Penting untuk dipahami bahwa tubuh manusia kehilangan cairan setiap harinya melalui keringat, urine, dan pernapasan. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan cairan harian—baik melalui air biasa maupun air es menjadi kunci utama dalam mencegah dehidrasi. Bagi orang dewasa, anjuran konsumsi air putih adalah sekitar 2 liter atau setara dengan 8 gelas per hari.
Berdasarkan tinjauan kesehatan, air es menyimpan sejumlah manfaat penting bagi tubuh, di antaranya:
- Meredakan Demam dan Sakit Tenggorokan Demam merupakan mekanisme alami tubuh dalam memerangi peradangan atau infeksi. Untuk membantu menurunkan suhu panas tubuh, konsumsi air es dapat menjadi salah satu langkah pendukung. Selain itu, air es juga membantu meredakan nyeri tenggorokan sekaligus mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama proses demam.
- Menghidrasi Tubuh secara Optimal Setelah Olahraga Saat berolahraga, suhu tubuh meningkat drastis, memicu produksi keringat berlebih dan rasa lelah. Minum air es setelah berolahraga efektif membantu menyejukkan suhu tubuh secara cepat serta meringankan keletihan fisik.
- Meringankan Nyeri Otot dan Keseleo Air es tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga bermanfaat luar biasa saat diaplikasikan secara eksternal. Kompres air es atau berendam air dingin (ice bath) terbukti efektif mengurangi pembengkakan dan nyeri akibat keseleo atau cedera otot ringan dengan cara memperlambat aliran darah ke area yang meradang. Untuk hasil optimal, kompres dingin ini dapat diselingi dengan kompres hangat guna melancarkan kembali sirkulasi darah.
- Mendukung Proses Penurunan Berat Badan Terdapat mitos lama yang menyebutkan bahwa minum air es bisa membuat tubuh gemuk. Faktanya, hal tersebut keliru. Ketika seseorang meminum air dingin, tubuh secara otomatis bekerja lebih keras untuk menghangatkannya, sehingga proses ini turut membakar kalori guna menunjang metabolisme. Selain itu, meminum segelas air putih atau air es sebelum makan dapat memberikan efek kenyang lebih awal, sehingga porsi makan harian lebih terkontrol.
- Mencegah dan Meringankan Sembelit Asupan cairan yang memadai—baik dingin maupun biasa—berperan vital dalam melancarkan sistem pencernaan serta mencegah terjadinya konstipasi atau sembelit.
- Membantu Mencegah Batu Ginjal Kurang minum merupakan salah satu pemicu utama terbentuknya batu ginjal. Hidrasi yang cukup membantu ginjal bekerja secara optimal dalam mengalirkan cairan dan membuang mineral yang berpotensi mengkristal. Menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air es juga memberikan tambahan asam sitrat yang dipercaya mampu menghambat pembentukan batu ginjal.
- Menjaga Kesehatan dan Vitalitas Kulit Dehidrasi membuat kulit terasa kasar, kering, dan kehilangan elastisitasnya. Cukup minum air putih membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Di sisi lain, mencuci muka atau mandi dengan air dingin juga dapat meningkatkan sirkulasi darah di permukaan kulit, membuatnya tampak lebih segar dan lembap.
Meskipun banyak manfaat yang ditawarkan, masih banyak kekhawatiran seputar konsumsi air es, seperti anggapan bahwa wanita haid dilarang minum air dingin karena dikhawatirkan mengganggu siklus menstruasi atau memicu kista. Begitu pula dengan mitos yang melarang ibu menyusui meminum es karena dikhawatirkan membuat bayi tertular pilek.
Dunia medis memastikan bahwa belum ada riset ilmiah yang dapat membuktikan kebenaran mitos-mitos tersebut.
Kendati demikian, konsumsi air es tetap perlu dilakukan secara wajar. Minum air dingin secara tergesa-gesa terkadang dapat memicu cold stimulus headache atau sakit kepala sementara. Jika Anda memiliki keluhan khusus atau kondisi medis tertentu terkait konsumsi air es, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter guna mendapatkan panduan kesehatan yang tepat. (ALODOKTER/Red)













